Polwan Kelahiran Makkah ini Wakili Polda NTB ke Tingkat Nasional

oleh -15 views
Bripda Amani Haromi (paling kiri)
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (28/08/2017)

Polres Sumbawa patut berbangga karena memiliki Polwan Cantik, Bripda Amani Haromi. Pasalnya dara manis kelahiran Makkah, Saudi Arabia, 12 Agustus 1996 ini, berhasil mewakili Polda NTB pada Public Speaking Competition tingkat nasional dalam rangka HUT Polwan. Amani demikian sapaannya, menyisihkan 12 Polwan lainnya dari perwakilan Polda dan Polres se-NTB. Polwan lulusan pendidikan Brigadir Tahun 2014 inipun dinobatkan menjadi yang terbaik dan berhak mewakili Polda NTB untuk bersaing dengan utusan Polda lainnya di Selapa Polri, 9 September mendatang.

Keberhasilan Amani ini karena karya tulis dan paparannya memikat hati dewan juri pada Lomba tingkat Polda NTB, 10 Agustus lalu. Amani diikutkan Polres Sumbawa karena kapasitasnya sebagai Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse dan Kriminal (Reskrim) sangat sesuai dengan tema lomba yaitu “Perdagangan Manusia, Perlindungan Saksi dan Korban Anak, dan Narkoba”.

Bripda Amani Haromi

Ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (28/8) kemarin, dara penghobby traveling ini mengaku bersyukur atas dukungan Polres Sumbawa dan kepercayaan Polda NTB kepada dirinya untuk mengikuti Lomba Public Speaking Polwan se-Indonesia. Ia tidak menyangka karya tulis dan paparannya berjudul “Pornografi dan Narkoba Bukan Sepenuhnya Salah Anak dan Teknologi” mendapat perhatian dewan juri. Dalam karya tulisnya, Bripda Amani membeberkan bahwa banyak orang beranggapan kasus pornografi dan narkoba yang menjerat anak lantaran kesalahan anak yang terlibat pergaulan bebas, pengaruh internet dan lainnya. Padahal menurut Amani yang dituangkan dalam karya tulis, itu bukan salah anak dan teknologi tapi sebenarnya minimnya pengawasan orang tua. Dalam mendidik anak terkadang orang tua ingin enaknya. Anak dimanja dengan memberikan fasilitas berupa HP, dan uang untuk membeli pulsa dan paket internet. Ini dilakukan agar anak tersebut diam dan tidak berkeliaran di luar rumah. Cara ini bisa salah dan justru tidak membantu anak, jika tanpa dibarengi dengan pengawasan orang tua. Amani mencontohkan satu kasus yang terjadi di NTB khususnya wilayah hukum Polres Sumbawa. Adalah kasus pencabulan yang dilakukan RH—anak berumur 13 tahun terhadap tetangganya yang berstatus ibu rumah tangga. Setelah dilakukan pemeriksaan psikologis, ternyata system otak pelaku ini rusak dan susah untuk diperbaiki. Penyebabnya, pelaku kerap menonton video porno di HP melalui jaringan internet. Setelah ditelisik lebih jauh, kegemaran RH menonton konten porno ini karena kurangnya pengawasan atau control dari orang tua. Ketika orang tuanya ke sawah, pelaku dibelikan HP dan diberikan uang untuk membeli pulsa agar dia bisa menonton hiburan dan lainnya melalui jaringan seluler tersebut. Ini dilakukan orang tua agar RH tidak bergaul di luar rumah. Dari fasilitas inilah pelaku mendapatkan konten khusus untuk orang dewasa. Dia lebih senang berada di dalam rumah dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat atau teman sebayanya. Menurut Amani, sebenarnya teknologi itu sangat membantu tapi karena pengawasan orang tua kurang, bisa berbalik menjadi boomerang bagi dirinya. Dan yang perlu diketahui bahwa kerusakan otak karena pornografi lebih berbahaya daripada narkoba. Perbandingannya 5:3, yakni 5 kali pornografi dan 3 kali narkoba.

Baca Juga  Polres Sumbawa Distribusi 15.000 Liter Atasi Krisis Air Bersih

Selain konten paparannya, lanjut Amani, yang membuat dewan juri tertarik, adalah improvisasinya. Sebelum membuka paparannya, Amani menyanyikan lagu dan lawas Sumbawa. Hal itu menjadi nilai plus, karena dari semua peserta dia satu-satunya yang melakukannya, sehingga menjadi unik dan menarik.

Disinggung mengenai persiapannya pada lomba serupa di tingkat nasional (Mabes Polri) nanti, Amani mengaku mendapat pembinaan dari Polda NTB dan Polres Sumbawa. Kekurangan dalam paparan, konten karya tulis maupun penampilannya akan disempurnakan. “Masih ada waktu seminggu lagi untuk persiapan. Insyaa Allah, saya siap,” ucapnya seraya berharap dukungan jajarannya dan masyarakat Sumbawa agar pada lomba di pusat nanti bisa maksimal dan mampu mengharumkan nama daerah khususnya Polres dan Kabupaten Sumbawa.

Ke depannya, dia juga berharap lomba yang baru pertamakali digelar tahun ini dapat terus berkesinambungan. Sehingga Polwan yang selama ini diidentikkan hanya bisa bekerja di dalam ruangan baik sebagai penyidik dan staf, dapat terjun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Ini cukup beralasan karena daya tarik Polwan dan Polki berbeda. “Kalau Polwan punya nilai plus dari segi ngomongnya dan penampilannya, pasti akan menarik minat masyarakat, sehingga saat menyampaikan pidato atau sosialisai tentang Kamtibmas akan mudah sampai dan diterima masyarakat,” demikian Amani. (JEN/SR)

iklan bapenda