Cetak Sawah Baru 2017, Jatah Sumbawa Terbesar di NTB

oleh -14 views
Kadis Pertanian Sumbawa, Tarunawan S.Sos., SP
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (29/08/2017)

Kabupaten Sumbawa mendapat jatah cetak sawah baru terluas di NTB. Dari 1.500 hektar program cetak sawah baru untuk NTB, 1.100 hektar di antaranya untuk Kabupaten Sumbawa. Itupun Sumbawa mendapat tambahan 150 hektar lagi sehingga totalnya menjadi 1.250 hektar dengan perhitungan Rp 16 juta per hektar. Tambahan ini diperoleh dari jatah Kabupaten Dompu yang menyatakan tidak sanggup melaksanakan program tersebut. Hal ini diakui Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa, Tarunawan S.Sos., SP kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Selasa (29/8).

amdal

Saat ini program cetak sawah baru di Sumbawa sedang berjalan. Petani-petani yang mendapatkan program ini telah memenuhi syarat dan lahannya telah dilakukan survey identifikasi dan desain (SID) oleh Tim dari Universitas Mataram (Unram). Dengan SID ini, lahan itu dipastikan tidak berada di dalam kawasan hutan, kemudian memiliki dokumen lingkungan yang diterbitkan Badan Lingkungan Hidup, termasuk tingkat kemiringan lahan tidak boleh lebih dari 15 derajat, memiliki sumber air dan status tanah tidak dalam sengketa. Ketika semua persyaratan ini sudah terpenuhi, ungkap Tarunawan, pencetakan sawah baru bisa dilakukan.

Ilustrasi, cetak sawah baru

Untuk diketahui, kata Tarunawan, program cetak sawah baru ini  dikelola TNI dalam hal ini Korem, dan Dandim sebagai pelaksana lapangan. Ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pertanian dan TNI. Pihaknya memiliki program dan dana, pelaksananya adalah TNI. Sebagai pelaksana, tidak ada alasan TNI tidak paham. Sebab pihaknya tetap memberikan masukan terkait kriteria cetak sawah, dan apa yang perlu dilakukan. “Kita sering lakukan pertemuan. Kamipun ada tim pengawas yang memantau pekerjaan dan tim penerima pekerjaan. Dan program itu harus dikerjakan sesuai gambar desain dan RAB. Menyimpang dari itu, kami tidak akan membayar,” tegas Tarunawan yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca Juga  Tingkatkan IPM NTB, UTS Gandeng OJK

Untuk diketahui tahun 2016 lalu, Sumbawa mendapat jatah program cetak sawah baru mencapai 2.700 hektar. Lokasinya menyebar di Kecamatan Empang, Lantung, Moyo Hulu, Orong Telu dan lainnya. Program itu sempat bermasalah karena ada perbedaan penghitungan hasil pengukuran antara TNI dan Dinas Pertanian. Tentunya persoalan ini ungkap Tarunawan tidak boleh terjadi pada program tahun ini. Pihaknya telah sepakat dengan seluruh perangkat di antaranya penyuluh UPT dan perangkat TNI dari atas hingga tingkat Bhabinsa. Semua telah diundang untuk menyatukan persepsi agar ada pemahaman yang sama dan dilaksanakan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. (JEN/SR)

iklan bapenda