112 Penderita Katarak dan Pterigyum di KSB Jalani Operasi Gratis

oleh -0 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (29/08/2017)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa bekerjasama dengan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) IKM FK Unud dan RSUP Sanglah Bali, menggelar Operasi Katarak Gratis. Hingga kini peserta Operasi Katarak dan Pterigyum ini mencapai 112 orang. Operasi itu dilaksanakan di RSUD Asy-Syifa KSB pada 28–30 agustus.

Dalam laporannya, Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Calof mengatakan mata merupakan salah satu bagian terpenting bagi manusia. Dengan mata, manusia menyerap informasi visual untuk berbagai kegiatan. Jika mengalami gangguan pada mata akan mempengaruhi penyerapan informasi visual sehingga berpengaruh terhadap setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh penderita penyakit mata seperti Katarak dan Pterigyum. Sebagian besar penderita katarak adalah masyarakat berusia 50 tahun ke atas. Survey mencatat, NTB termasuk daerah yang penderita penyakit mata tertinggi yaitu 4% dari jumlah penduduk. Ini karena wilayah geografisnya yang cenderung panas, dan kesadaran masyarakat akan kesehatan mata masih sangat minim. Apalagi di daerah NTB masih minim ahli mata termasuk di KSB yang satupun belum memiliki layanan terhadap penyakit mata. Melihat kondisi ini ungkap dr Carlof, pihaknya menjalin kerjasama dengan Pemda KSB, Dinas Kesehatan KSB, RSUP Sanglah Bali, dan Perdami IKM FK Unud untuk melaksanakan bhakti social (Baksos) guna menurunkan angka kebutaan di NTB khususnya KSB. Untuk pelaksanaan operasi, saat ini pendaftar sementara adalah 86 orang penderita Katarak dan 26 Pterigyum. Meski demikian pendaftaran masih tetap dibuka hingga 30 Agustus 2017.

Baca Juga  Tak Punya BPJS, RSUD Tolak Perawatan Pasien
Penyerahan Cinderamata dari Bupati KSB Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM kepada Ketua Tim Baksos Operasi Katarak dan Pterigyum, dr. A.A.A Sukartini Djalantik Sp.M (K)

Di tempat yang sama Ketua Tim Baksos Operasi Katarak dan Pterigyum, dr. A.A.A Sukartini Djalantik Sp.M (K) menjelaskan tujuan digelarnya kegiatan ini untuk memberantas kebutaan menuju program vision Tahun 2020, angka kebutaan menurun dan angka ketajaman penglihatan meningkat. “Dengan waktu dua hari kami menargetkan menangani operasi Katarak 120 orang dan Pterigyum 135 orang. Apabila pendaftaran melebihi target, kami akan melakukan baksos kembali di waktu yang berbeda,” ujarnya, seraya menambahkan pada pasca operasi, pihaknya akan terus memantau pasien untuk mencegah terjadinya komplikasi, salah satunya dengan cara melatih pihak RSUD untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap pasien operasi.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM menyampaikan terima kasih kepada seluruh Tim Baksos yang bersedia melayani masyarakat secara sukarela untuk meminimalisir penyakit mata di KSB. Keberadaan Tim Baksos ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat yang belum mendaftar segera melakukannya. Karena itu bupati menghimbau camat, kepala desa, dan ketua RT/RW untuk mensosialisasikan program tersebut sehingga KSB ke depan bebas dari kebutaan.

Di bagian lain, Bupati Musyafirin sangat berharap di KSB ada pelayanan mata untuk masyarakat dengan mendatangkan dokter spesialis mata. Jika ada dokter yang bersedia, Bupati berjanji akan menyiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan seperti gaji, rumah, dan kendaraan dinas. (HEN/SR)

 

iklan bapenda