Home / Ekonomi / Bank Sampah Induk Dibangun di Kawasan Sumbawa Technopark

Bank Sampah Induk Dibangun di Kawasan Sumbawa Technopark

SUMBAWA BESAR, SR (28/07/2017)

Kementerian Lingkugnan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Komisi VII DPR RI, membangun Bank Sampah Induk di kawasan Sumbawa Technopark, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang berlangsung, Senin (28/8) tadi.  Acara yang dipusatkan di Gedung Workshop Sumbawa Techno Park ini dibuka secara resmi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd. Hadir dalam kesempatan itu Pimpinan Komisi VII DPR RI, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc, Pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hafiz Sulaiman, Rektor UTS Dr. Andy Tirta dan segenap civitas akademika UTS.

Dalam sambutannya, Hafiz Zulaiman mengatakan, tujuan dibangunnya Bank Sampah ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang bagaimana pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Di samping itu dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini, warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan sehingga dapat menghidupkan pemberdayaan ekonomi khususnya di lingkungan masyarakat sekitar.

Sementara Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Muhammad Ikhsan, M.Pd menyatakan pemerintah daerah menaruh harapan besar bahwa Bank Sampah Induk di Kawasan Sumbawa Technopark ini akan terus berkonstribusi dalam mendukung pembangunan dan daya saing daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.

Dalam menangani permasalahan sampah diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Bank Sampah merupakan salah satu konsep pengumpulan sampah yang mampu membangun partisipasi masyarakat. Sebab Bank Sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, Bank Sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. “Tampaknya pemikiran seperti itu pula yang ditangkap oleh Sumbawa Techno Park, sehingga kami pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan sangat mendukung terbangunnya bank sampah ini,” imbuhnya.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis motor pengangkut sampah roda 3 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada penerima bantuan dana yang diterima oleh Asro Mulyono. (JEN/SR)

Lihat Juga

Dukung BDR di Masa Pandemi, Polsubsektor Badas Sediakan Wifii Gratis

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13/8/2020) Berbagai kesulitan dialami masyarakat di masa pandemic Covid 19 ini. Salah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *