SMK Mercury Harus Berani Tutup Jurusan Tidak Laku

oleh -17 views
Asisten I Sekda Sumbawa, Dr. H.M. Ikhsan M.Pd
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (27/08/2017)

Kondisi SMK Mercury Sumbawa cukup memprihatinkan. Bukan karena fasilitas sekolahnya, tapi karena setiap tahun ajaran baru, siswanya kian berkurang. Bahkan pada tahun ajaran 2017 ini saja, hanya 12 siswa baru dan belum bisa mencapai satu rombongan belajar minimal 32 orang siswa.

Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten I, Dr. H.M. Ikhsan M.Pd saat membuka kegiatan Reuni Akbar SMK Mercury, Minggu (27/8), memberikan kiat-kiat khusus agar sekolah yang dulunya sangat populer kembali merebut kejayaannya pada saat ini. Ia mengakui reuni merupakan salah satunya upaya untuk mempromosi sekolah tersebut. Terlebih lagi dari rahim sekolah ini lahir sejumlah tokoh besar Sumbawa yang memiliki peran strategis di pemerintahan. Di antaranya HM Husni Djibril B.Sc (Bupati Sumbawa), Dr. Drs. A. Rachman Alamudy SH M.Si (Pimpinan DPRD Sumbawa), dan H. Sudirman Malik S.Pd (Kadis Dikbud Sumbawa). Namun Doktor Ikhsan menilai reuni ini terkesan terlambat. Jika reuni dilaksanakan sebelum tahun ajaran baru atau penerimaan siswa baru, sangat efektif dalam mempromosikan sekolah. Hanya dengan membawa tiga tokoh besar alumni SMK Mercury tadi keliling ke seluruh SMP untuk testimony dan lainnya, dipastikan banyak siswa baru yang mendaftar. “Ini salah satu metode mempromosikan lulusan yang kemudian akan menarik minat siswa baru untuk mendaftar,” ujarnya.

Mengingat jaman terus berubah, program studi (Prodi) yang dulunya sangat populer dan mendorong siswa masuk ke SMK Mercury, kini tidak lagi diminati seiring dengan berkurangnya lapangan kerja untuk lulusan Prodi tersebut. Sehingga dengan kebijakannya, ungkap Doktor Ikhsan, SMK diperbolehkan membuka dan menutup Prodi yang kemudian disesuaikan dengan perkembangan lapangan kerja. Ketika SMK tersebut tetap ngotot ingin mempertahankan prodi yang sudah tidak laku, maka akan terancam tutup. Ketika ingin membuka prodi baru, SMK harus melakukan analisis yang membuktikan lulusannya nanti bisa ditampung bursa kerja.

Baca Juga  Pelayanan dan Keramahtamahan Kunci Sukses AUYS

Doktor Ikhsan mengaku belum lama ini bertolak ke Jakarta untuk membantu SMK Kesehatan Al-Ma’arif mendapatkan dana pusat. Ternyata kendala paling utama adalah jumlah siswanya yang sedikit. Syarat mendapat dana itu harus jumlah siswanya banyak, dan nantinya tersedia lapangan kerja untuk lulusannya. Di hadapan Direktur Pembinaan SMK Kementerian terkait, Doktor Ikhsan berjanji akan membuka Prodi populer, dan lulusannya tertampung di dunia kerja. Dengan janji ini, tidak lama lagi kementerian akan mengucurkan dana pusat kepada SMK Kesehatan Al-Ma’arif. Artinya dengan dana itu, kemajuan dan pengembangan sekolah itu akan terealisasi. Pastinya dengan fasilitas memadai, dan prodi yang representatif, sekolah itu akan dilirik dan menjadi pilihan masyarakat menyekolahkan anak-anaknya. Demikian dengan SMK Mercury, ini bisa dilakukan. Ketika ingin mendapat dukungan pemerintah pusat harus berani menutup Prodi yang tidak laku dan membuka Prodi baru yang diminati bursa kerja. “Dengan membawa ide-ide itu ke pusat, SMK Mercury akan mendapatkan bantuan. Dan ke depan mampu tampil sejajar dengan SMK-SMK lain yang sudah maju,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda