Cabuli Bocah SD, Pria Setengah Abad Jadi Tersangka

oleh -12 views
Reka ulang kasus pencabulan terhadap siswa SD di Kecamatan Lape
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (26/08/2017)

WH alias Takun (55) resmi ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Penetapan tersangka ini setelah penyidik Polsek Lape memiliki dua alat bukti yang cukup baik dari keterangan saksi baik korban dan tersangka, juga visum dokter dan barang bukti di TKP. “Sudah kami tetapkan WH alias Takun sebagai tersangka dan sekarang sudah ditahan dan dititipkan di sel tahanan Polres Sumbawa,” kata Kapolsek Lape, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Satrio kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Sabtu (26/8).

Sebelumnya diakui Yoyok—sapaan Kapolsek Lape, tersangka yang sudah berumur setengah abad lebih ini sempat kabur. Dari informasi yang diperoleh, tersangka melarikan diri ke Kecamatan Tarano, kampung asal istrinya. Hal ini sehubungan dengan keberadaan istrinya di sana karena ada keluarganya yang meninggal dunia. Polisi langsung menjemput tersangka. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya menyetubuhi korban PA—bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sabtu siang tadi, pihak Polsek melakukan rekonstruksi untuk mengetahui secara jelas bagaimana kasus amoral itu bisa terjadi. Reka ulang ini dilakukan di kediaman tersangka yang langsung diperankan korban.

Seperti diketahui, kasus asusila tersebut pertamakali diungkap bibi korban berinisial RB. Bermula ketika korban ke rumah pelaku untuk menonton televisi. Itu biasa dilakukan karena di bibi korban tidak punya TV. Namun kali ini bibinya ini curiga setelah melihat pelaku menutup pintu. Merasa khawatir, bibi korban bergegas dan mengetuk pintu rumah pelaku. Namun dari dalam tidak ada sahutan. Tak berselang lama korban keluar. Sembari memukul pantat korban, bibinya ini mengintrogasinya. Dengan polosnya bocah tersebut mengaku telah disetubuhi pelaku. Setelah dilaporkan pihak Polsek langsung membawa korban ke puskesmas untuk dilakukan visum et repertum. Hasilnya ditemukan bekas lama diduga pernah berhubungan. Dan di dalam serta di luar v*gin* korban ada cairan menyerupai sperma. Dalam pemeriksaan, korban mengaku tidak ingat kejadian pertama dan kedua. Hanya saat itu korban pernah diancam pelaku. Selanjutnya korban diberi uang Rp 7000. Massa yang mengetahui kabar itu marah besar dan sempat mengepung kediaman pelaku Jumat (24/8) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Namun pelaku sudah kabur. Untuk melampiaskan emosinya, massa merusak rumah tersebut dengan cara dilempar. Aksi ini berhasil diredam Kapolsek yang turun bersama anggotanya. (BUR/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  Kediaman Teknisi Tower Disatroni Maling