Petugas BAPAS Dampingi Tersangka Gilir ABG

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (25/08/2017)

Penyidik Polsek Plampang menetapkan dua tersangka dari tiga orang yang diamankan karena diduga memperkosa seorang gadis ABG di wilayah Kecamatan Plampang, belum lama ini. Dua orang tersangka berinisial AR dan RZ ini ternyata masih di bawah umur dan salah satunya tercatat sebagai pelajar sekolah menengah. Keduanya yang sempat menyetubuhi korban PA (15) secara bergilir. Sementara WN—pemuda yang mengalami cacat mata meski berada di TKP tidak sempat menyetubuhi korban. Sebab korban berontak dan menggigit tangan WN. “Hasil penyidikan hanya dua orang yang menjadi tersangka, satunya sebagai saksi,” kata Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan melalui Kanit Reskrim, Bripka Suhadi, Kamis kemarin.

Mengingat kedua tersangka masih di bawah umur ungkap Suhadi, pihaknya telah mengundang petugas BAPAS (Balai Pemasyarakatan). Sebab setiap anak yang berhadapan dengan hokum berhak untuk mendapatkan perlindungan baik fisik, mental, spiritual maupun social sesuai dengan prinsip-prinsip Konvensi Hak-Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Dengan keberadaan BAPAS, akan membantu memperlancar tugas penyidik, termasuk penuntut umum dan hakim dalam perkara anak nakal, baik di dalam maupun di luar sidang anak dengan membuat laporan hasil penelitian kemasyarakatan (Litmas). BAPAS juga membimbing, membantu dan mengurus anak nakal berdasarkan putusan pengadilan yang menjatuhi pidana bersyarat, pidana pengawasan, pidana denda diserahkan kepada negara dan harus mengikuti latihan kerja atau yang memperoleh pembebasan bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan.

Baca Juga  Polres Didemo, Tuntut Bebaskan Tiga Warga Pulau Moyo

Selain berdialog dengan kedua tersangka, petugas BAPAS juga bertemu keluarga tersangka guna membicarakan kelanjutan hukumnya. Hal itu ditanggapi positif oleh keluarga kedua tersangka. “Prosesnya tetap berjalan, dan kini kami sedang menyelesaikan pemberkasan,” jelas Suhadi.

Seperti diberitakan, PA (15) gadis ABG asal Desa Prode Kecamatan Plampang, yang masih duduk di bangku SMP ini diduga digilir di Hari Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 sekitar pukul 22.00 Wita. Sebelum kejadian, kedua pelaku AR dan RZ memaksa dan membawa korban sebuah rumah yang berada di kebun Peliuk Ai Santong, Desa Prode 2, Kecamatan Plampang. Kebetulan ikut serta WN. Di tempat yang gelap dan sepi itu, mereka memaksa korban berhubungan badan. Korban berusaha melawan dengan cara berontak. Tapi tenaga korban kalah besar sehingga kedua pelaku menyetubuhinya secara bergiliran. Hanya satu orang pelaku berinisial WN tak sempat menyetubuhi korban. Sebab korban yang melawan menggigit tangan WN. Setelah berhasil lepas, korban kabur dan pulang ke rumah seorang diri. Peristiwa memilukan itu diceritakan korban kepada orang tuanya. Tentu saja ayah korban marah besar, namun emosi itu bisa diredam dengan melaporkannya ke Polsek Plampang. Tak ingin ada aksi massa, anggota Polsek langsung bertindak cepat mencari dan menangkap para pelaku. (BUR/SR)

iklan bapenda