Konsultan Pengawas Jembatan Utan Bantah Tidak Mengawas

oleh -0 views
Kamaludin konsultan Pengawas
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (24/08/2017)

Konsultan Pengawas dari CV Eka Cipta Konsultan, Kamaluddin ST membantah dengan tegas tidak melaksanakan tugasnya sebagai pengawas terkait pengerjaan proyek Jembatan Gantung Utan. Pihaknya tetap turun ke lapangan dan sudah melakukan beberapa tindakan terhadap hasil pengerjaan proyek yang sudha berjalan selama 2 bulan. Kejanggalan dan kesalahan yang ditemukan di lapangan langsung ditindak dengan menegur para pekerja agar memperbaiki hasil pengerjaan agar sesuai spesifikasi tekhnis. Namun yang membuatnya kesulitan adalah koordinasi dengan kontraktor pelaksana yakni CV Concrete Indonesia. Sebab kontraktor tidak pernah berada di lokasi. Selain itu kontraktor tidak menempatkan orang yang bisa mengambil keputusan di lapangan, hanya ada kepala tukang dan pekerjanya. “Saat kami informasi dan menegur kontraktor melalui via telepon seluler selalu dijawab iya..iya, tapi tidak ada realisasi. Beda kalau kita bertemu langsung,” kata Kamal, saat ditemui usai hearing dengan Komisi III DPRD Sumbawa, Kamis (24/8).

amdal

Terkait masalah material yang dipermasalahkan masyarakat, Kamal mengaku kecolongan. Ada beberapa kayu yang tidak sesuai spesifikasi dan kondisinya, yang seharusnya lurus ternyata bengkok. Ketika masalah ini dikoordinasikan, kontraktor mengaku kayu itu sudah mengacu pada rekomendasi dari Dinas Kehutanan. Karena masalah kayu masuk ranah kehutanan dan berkompeten mengenai kayu, iapun berkoordinasi dengan Kehutanan dan Dinas PU. Akhirnya Dinas PUPR mengundangnya termasuk tim KPH Ropang Dinas Kehutanan untuk membahas masalah kayu. Akhirnya mereka turun ke lapangan mengidentifikasi beberapa kayu yang tidak sesuai spek. “Ada puluhan kayu yang disingkirkan dan dilarang untuk dipergunakan sebagai material jembatan,” aku Kamal.

Baca Juga  Sepasang Kekasih Diringkus, 18 Gram Shabu Diamankan  

Selanjutnya soal plat gelagar yang dilaporkan warga tidak dibersihkan, Kamal mengaku sudah ditegur dan telah diperbaiki dengan cara membersihkan dan melapisinya dengan cat. Untuk turnbekle (penopang beban jembatan) yang hingga kini belum terpasang, sudah disampaikannya kepada kontraktor. Kontraktor beralasan tidak ada material (turn bekle) dan masih dicari. Karena itu pihaknya sempat menghentikan pemasangan bebannya hingga turnbekle itu ada. Sambil menunggu turnbekle, kontraktor sedang mengerjakan gelagar. Khusus gelagar kayu, belum bisa dikerjakan karena ada beberapa kayu yang diganti dengan kayu lain yang sesuai spesifikasi. Tidak semua gelagar diganti, melainkan hanya separuh yakni dua bentang sesuai RAB. “Semua temuan di lapangan kami catat untuk kami laporkan ke dinas terkait. Hanya yang lemahnya kami adalah koordinasi dengan kontraktor, sehingga kami kesulitan untuk langsung mengeksekusi temuan di lapangan,” demikian Kamal. (JEN/SR)

iklan bapenda