Polres Sumbawa Gaduh, Massa Ngamuk, Dua Tertembak

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (19/08/2017)

Dua orang pengunjuk rasa terkapar setelah tertembak polisi menyusul kegaduhan yang terjadi di depan Mapolres Sumbawa, Sabtu (19/8) pagi. Selain itu beberapa orang lainnya diamankan. Namun sebagian pengunjukrasa berusaha melakukan perlawanan membuat pasukan anti huru-hara (PHH) yang dilengkapi tameng dan pentungan dikerahkan. Tak hanya itu mobil watercanon diterjunkan untuk menghalau massa aksi yang sudah terlihat beringas. Mereka ingin melakukan aksi balas dendam atas tindakan polisi yang dinilai represif dengan menembak dua rekannya. Massa aksi ini merupakan sekelompok orang yang pro salah satu pasangan calon pada Pilkada. Mereka datang menggelar aksi karena menuding polisi tidak netral. Ditambahkan lagi pasangan calon yang dijago pengunjuk rasa tidak lolos verifikasi KPU.

amdal

Kabag Ops Polres Sumbawa, Komisaris Polisi (Kompol) Yusuf Tauziri SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengatakan, bahwa peristiwa tadi pagi ini bukan sungguhan melainkan kegiatan Simulasi Sistem Pengamanan Mako dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi Pilkada 2018 mendatang. Simulasi ini juga untuk kesiapsiagaan dari ancaman ataupun serangan ke Mako Polres Sumbawa yang bersifat kontijensi. Dalam simulasi itu, bermula dari adanya sekumpulan massa yang menggelar aksi unjukrasa. Mereka melakukan long march dari titik kumpul ke Mapolres Sumbawa. Kasat Intelkam yang mendapat laporan dari anggotanya menginformasikan jumlah massa yang menggelar aksi, serta bergerak menuju Polres. Kabag Ops memerintahkan SPKT membunyikan panggilan lonceng apel PLB dan memerintahkan anggota menempati plotingan pengamanan mako di titik yang telah ditentukan. Di luar gerbang massa sambil membentangkan berbagai poster meminta pasukan Dalmas yang menutup gerbang memperbolehkan mereka masuk. Permintaan itu ditolak dan meminta massa menyampaikan aspirasinya di luar. Massa yang kesal terus mendorong pintu gerbang yang dibarikade aparat Dalmas. Adu kekuatan itu akhirnya berakhir setelah para pendemo berhasil membuka paksa pintu gerbang. Tak ingin kalah, Pasukan Dalmas akhirnya mengeluarkan jurus desak maju. Demonstran kembali terdorong keluar menuju pintu gerbang. Tak ingin aksi terus rusuh, aparat akhirnya menurunkan tim negosiator untuk berunding dengan perwakilan pendemo. Sempat terjadi perdebatan alot antara negosiator polisi dengan pengunjukrasa. Negosiasi ini gagal, karena massa mulai emosi dan tak mau diatur.

Baca Juga  Forum KPK Siap Awasi Kinerja BPJS
Kabag Ops KOmpol Yusuf Tauziri SIK memberikan perintah kepada Kasat Shabara

Seperti dikomando mereka merangsek maju dan melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas Mako. Muncul Dalmas awal menghadang massa. Karena massa tetap anarkis dilakukan lapis ganti dengan Dalmas Lanjut. Tapi massa semakin beringas. Kabag Ops meminta ijin Kapolres untuk melakukan penembakan diawali dengan peringatan tentasg UU untuk tidak anarkis. Tembakan salvo ke atas dengan menggunakan magazen warna hijau, kemudian tembakan 3 kali ke tanah dengan magazen warna kuning dan selanjutnya tembakan melumpuhkan dengan magazen warna merah ke arah kaki dan mengamankan provokator. Situasi terkendali, massa membubarkan setelah dipukul mundur pasukan anti huru hara (PHH). “Simulasi ini untuk melatih kesiapsiagaan anggota maupun mengingatkan kembali prosedur penanganan kerusuhan maupun aksi unjukrasa,” demikian Bang Yusta—sapaan perwira murah senyum ini. (JEN/SR)

iklan bapenda