Nelayan Penerima Bantuan Bariri Terancam Diganti, Jika….

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (16/08/2017)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengancam akan mengganti calon penerima bantuan Bariri Nelayan berupa sampan dan mesin. Pergantian ini akan dilakukan apabila calon penerima bantuan tidak membuka rekening dan menabung minimal 10% dari jumlah bantuan yang diterima. Hal ini ditegaskan Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM saat penyerahan bantuan Bariri Nelayan secara simbolis di Tempat Pembuatan Sampan Kecamatan Poto Tano, kemarin.

amdal

Menabung minimal 10 persen ini merupakan syarat mutlak bagi calon penerima bantuan Bariri Nelayan. “Tidak ada tawar menawar lagi karena kita sudah menandatangani MoU dengan pihak bank. Jika tidak mau membuka tabungan dan menabung Kamio pastikan diganti dengan nelayan yang berhak lainnya,” tegasnya.

Ia berharap semua persyaratan calon penerima bantuan ini tuntas tanpa masalah hingga 20 November mendatang. Semua ini dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat selaku penabung. Jika sudah mencapai target 150% dari jumlah bantuan maka tabungan tersebut bisa diambil dan digunakan untuk modal usaha agar masyarakat bisa mandiri. “Semoga mereka bisa mandiri dalam jangka waktu tidak terlalu lama,” harapnya.

Rosid—salah satu penerima bantuan asal Desa Balad mengaku sangat berat memenuhi persyaratan tersebut. Sebab mereka harus menabung 10% dari jumlah bantuan yang kemudian dilanjutkan menabung sampai 150 %. “Sungguh sulit dan berat bila diukur dari hasil tangkapan nelayan per hari terlebih saat cuaca yang tidak menentu sangat menentukan rezeki yang diperoleh. Dan hasil laut hari ini tidak bisa dijadikan patokan untuk hari esok. Sekarang dapat 500 ribu dua hari kemudian bisa tidak dapat hasil samasekali,” keluhnya, seraya menambahkan biasanya untuk menutupi biaya operasional terpaksa mencari pinjaman.

Baca Juga  Tugas Pansel Selesai, Tiga Nama Calon Dirut PDAM Diserahkan ke Bupati

Rosid mengatakan mereka sangat berkeinginan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Karena niat Pemda yang mengajari mereka bisa mandiri tersebut sangat bagus. Namun kondisi yang membuat mereka kesulitan untuk memenuhinya. “Banyak teman-teman yang kondisinya lebih parah dari saya. Meski demikian saya akan berusaha mencari cara untuk memenuhi persyaratan itu. Jika sudah berusaha tapi masih juga belum mampu, saya persilahkan Pemda mencabut hak saya dan menggantikannya dengan nelayan lain,” ujarnya lirih. (HEN/SR)

iklan bapenda