Tiga Jenazah TKI Tertembak di Malaysia Sulit Dipulangkan

oleh -0 views
Khaeril Anwar S.Sos, Kabid Penta Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumbawa
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (15/08/2017)

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa mengalami kesulitan untuk memulangkan jasad ketiga TKI asal Kabupaten Sumbawa yang tertembak Polisi Diraja Malaysia, beberapa bulan lalu. Ketiga jasad ini terindetifikasi bernama AA (33) warga Desa Usar Mapin Kecamatan Alas Barat, RW (31) warga Dusun Beru Desa Marente Kecamatan Alas, dan JP (28) warga Dusun Tal, Desa Juran Alas, Kecamatan Alas. “Kami kesulitan memulangkan ketiga jasad ini sesuai harapan dari para ahli warisnya,” kata Kadisnakertrans Sumbawa melalui Kabid Penta Kerja, Khairil Anwar S.Sos kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Selasa (15/8).

amdal

Khaeril—sapaan pejabat santun ini mengakui kesulitan itu karena pihaknya tidak memiliki dana. Demikian juga hasil koordinasinya dengan KBRI maupun Kementerian Luar Negeri RI tidak membuahkan hasil. Pihak KBRI dan Kemenlu mengaku tidak menyiapkan dana pemulangan mengingat ketiga TKI tersebut berangkat dan bekerja di Malaysia secara ilegal. Apalagi hasil penyelidikan pihak kepolisian di sana, ketiganya terlibat tindak kriminal. KBRI Kualalumpur sudah menawarkan kepada ahli waris. Jika ingin memulangkan jenazah ketiganya dipersilahkan untuk menjemput langsung ke Kualalumpur dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh ahli waris. Untuk satu jenazah biaya pemulangan dari Kualalumpur hingga kampung halaman mencapai sekitar RM (Ringgit Malaysia) 3.800 sampai RM 4.000, atau sekitar Rp 14 juta. Ini belum termasuk biaya pendamping. Namun keluarga atau ahli waris ketiganya menyatakan tidak mampu. Kemudian ahli waris menyampaikan kepada Disnakertrans yang selanjutnya difasilitasi dengan membuat surat keterangan tidak mampu untuk disampaikan kepada Pemda Sumbawa. Tujuannya agar dapat difasilitasi pembiayaan maupun pendampingan saat pemulangan. Sayangnya Pemda tidak mengalokasikan dana dimaksud. Demikian dengan Pemerintah Provinsi. Solusinya, hasil koordinasi dengan KBRI dan Kemenlu, disarankan agar jenazah tiga TKI itu dimakamkan di Kualalumpur. Sebelumnya ahli waris ketiga jenazah itu sudah sepakat dimakamkan di sana. Untuk kelengkapan administrasi, ahli waris diminta membuat surat pernyataan mengetahui desa, camat, dan Disnaker. Selain itu dilengkapi dengan Surat Keterangan Catatan Kriminal bahwa yang bersangkutan tidak pernah tersangkut hukum khususnya di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Sempat Membantah, Akhirnya Oknum Guru Akui Cabuli Murid

Di tengah proses ini, salah ahli waris merubah kesepakatan dengan mendesak Pemda Sumbawa dapat memulangkan jasad RW. Sedangkan ahli waris AA dan JP masih tetap konsisten terhadap kesepakatan tersebut. “Kami sudah mengirim surat pernyataan dari ahli waris AA dan JP untuk proses pemakaman di Kuala Lumpur. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari KBRI Kualalumpur dan Kemenlu,” akunya.

Ketika mulai dilakukan pemakaman, Khaeril mengaku sudah meminta pihak KBRI untuk mendokumentasikannya dalam bentuk video. Rekaman video ini nantinya diberikan ke Pemda Sumbawa dan pihak ahli waris sebagai bukti.

Di bagian lain Khaeril menghimbau masyarakat yang ingin menjadi TKI di luar negeri dapat menggunakan jalur (PPTKIS) resmi. Ketika terjadi persoalan pada maka perusahaan yang memberangkatkannya akan bertanggung jawab. Tanggung jawab ini dimulai dari pra (keberangkatan), saat (penempatan) dan pasca (pemulangan). Hal lainnya TKI diasuransikan dan mendapatkan hak-haknya sesuai aturan yang berlaku.

Untuk diketahui, Polisi Diraja Malaysia kembali menembak mati tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tindakan yang dilakukan polisi negeri jiran tersebut karena ketiganya dituduh sebagai komplotan pelaku tindak kriminal. Sebenarnya peristiwa tragis ini terjadi pertengahan Ramadhan lalu namun pihak Disnakertrans Sumbawa baru mendapat informasi belum lama ini. Ketiga TKI asal Sumbawa ini tertembak di Kebun Kelapa Sawit, daerah Dengkil, Sepang, Malaysia Barat. Jenazah ketiganya saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit Kuala Lumpur. (JEN/SR)

iklan bapenda