Setelah Kontraktor Bronjong Mura, Jaksa Bidik Tersangka Baru

oleh -0 views
Kajari Sumbawa Paryono SH MH dan Kasi Pidsus, A.A. Raka PD SH
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (15/08/2017)

Setelah AG—kontraktor proyek Bronjong Kuburan Desa Mura Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat ditetapkan sebagai tersangka, Kejaksaan Negeri Sumbawa mulai membidik tersangka baru. “Kasus ini terus kami kembangkan terhadap kemungkinan adanya tersangka baru,” kata Kajari Sumbawa, Paryono SH MH saat dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, Selasa (15/8).

amdal

Kemungkinan itu ungkap Kajari, pasti ada karena anggaran proyek fiktif itu mustahil cair jika dilakukan tersangka (AG) seorang diri. Diduga ada pihak-pihak yang membantunya. Kemungkinan tersangka baru ini, ungkap Kajari, bisa dari pejabat dinas PU, DPKAD, konsultan maupun orang di luar birokrasi. “Ini yang kami dalami,” tukasnya.

Sebelum pencairan anggaran, jelas Kajari, sudah pasti ada prosesnya, termasuk pengecekan hasil pengerjaan fisik apakah sudah dilaksanakan atau tidak, dan sudah dilaksanakan namun masih belum selesai atau tidak sesuai spesifikasi tekhnis. Ketika semua pihak terkait proyek ini menjalankan tupoksinya dengan baik, sudah pasti anggaran proyek senilai Rp 92,8 juta yang dialokasi melalui Dinas PU KSB Tahun 2016 ini tidak bisa cair 100 persen. “Kami akan menduga ada indikasi tersangka kerjasama dengan pihak lain,” imbuhnya.

Untuk diketahui Kontraktor Proyek Pembangunan Bronjong Pengaman Kuburan Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), AG, resmi ditahan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, Selasa (15/8). Penahanan ini dilakukan setelah AG menjalani pemeriksaan di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) selama 5 jam. Sebelumnya AG dua kali mangkir dari panggilan jaksa dengan alasan sakit. Saat dikroscek, kejaksaan memastikan AG dalam kondisi sehat. Karena itu AG yang dipanggil sebagai saksi, ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Penahanan itu dilakukan karena oknum kontraktor tersebut dinilai tidak kooperatif. AG ditahan di Lapas Sumbawa selama 20 hari ke depan. Masa penahanannya bisa diperpanjang jika tim jaksa penyidik masih membutuhkan keterangan tambahan. (JEN/SR)

 

Baca Juga  Ibu Rumah Tangga Dihajar dan Nyaris Diperkosa Anak SMP

 

iklan bapenda