OPINI: Kajian Kemuslimahan “Langkah Kecil Mendidik Generasi Penerus Sumbawa”

oleh -0 views
Cindy Suci Ananda
bankntb

Oleh: CINDY SUCI ANANDA

SUMBAWA BESAR, SR (13/08/2017)

amdal

Wanita belajar tinggi-tinggi, untuk apa ? Apakah untuk meningkatkan derajat atau untuk menyaingi kaum laki-laki ? Haruskah seorang wanita sekolah tinggi-tinggi, mengejar S1, S2, S3 hingga keluar negeri, bukankah nantinya tetap akan memasak di dapur ? Lalu untuk apa pendidikan tinggi kalau ujungnya hanya begitu ?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan di atas pernah terlintas di benak kita semua. Bagian paling penting untuk menjawab pertanyaan di atas adalah bahwa wanita menempuh pendidikan yang tinggi bukan hanya untuk dirinya. Pendidikan tinggi yang diperjuangkan oleh seorang wanita adalah untuk menciptakan peradaban yang gemilang dengan cara mendidik generasi penerus bangsa. Kualitas  wanita menjadi tolak ukur kualitas suatu bangsa karena di tangannya terletak bangkit atau tidaknya sebuah bangsa dan di tangannya pula akan tergambarkan seperti apa pemimpin masa depan. Sehingga tidak salah jika Islam memposisikan seorang ibu sebagai pendidik anak yang pertama dan utama.

Ada satu ungkapan yang menyatakan bahwa: “Ketika kita mendidik seorang laki-laki itu berarti kita mendidik seorang manusia, namun ketika kita mendidik seorang wanita, itu berarti kita mendidik satu generasi. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, sehingga ibu adalah sekolah pertama bagi generasi penerus bangsa ini. Setiap anak pertama kali belajar dari ibunya, dari sejak masih berada di dalam kandungan hingga lahir, tumbuh dan berkembang hingga dewasa. Karena ibu, seorang anak dapat mengenal siapa dirinya, mengenal siapa Tuhannya. Anak-anak yang cerdas lahir dari rahim ibu yang cerdas, karena mereka mendidik anaknya dengan cara yang cerdas.

Baca Juga  Hj. Niken Saptarini Lantik Ketua TP PKK Lotim Periode 2018-2023

Cerdas yang dimaksud di sini bukan hanya kecerdasan secara intelektual saja, melainkan juga perlu diimbangi dengan kecerdasan secara spiritual. Membentuk muslimah cerdas yang demikian besar perannya dalam kehidupan tentu tidak secara instan dan tiba-tiba. Untuk menciptakan generasi muslimah yang tangguh dalam segala hal adalah berkat adanya proses pembinaan yang berkelanjutan. Bentuk pembinaan ini sebagai suatu pemenuhan terhadap fitrah manusia yang senantiasa membutuhkan nasihat dan perhatian. Menyadari hal itu, sebagai langkah kecil membangun kecerdasan spiritual terutama bagi perempuan-perempuan Sumbawa, kami membentuk Komunitas Muslimah Syar’i (Kamus Sumbawa).

Kegiatan utama dari Kamus Sumbawa adalah kajian kemuslimahan yang dilaksanakan satu bulan sekali. Salah satu tujuannya adalah untuk membentuk keperibadian muslimah-muslimah Sumbawa yang menyeluruh hingga mengukir kembali pribadi-pribadi muslimah yang siap mendukung terciptanya peradaban Islam yang gemilang seperti halnya muslimah-muslimah tangguh pada masa Rasulullah yang telah dicatat oleh sejarah berkat kepribadian, kecerdasan dan akhlaknya yang mulia. Jika para muslimah memiliki ilmu dan wawasan yang luas mereka akan mampu memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, mengetahui jalan-jalan kebaikan, dan dengannya akan banyak kesempatan untuk beramal dan mengajarkan kebaikan kepada masyarakat. (*)

iklan bapenda