Bupati Sumbawa Beberkan Potensi Laut di Hadapan Menteri Susi

oleh -7 views
Bupati Sumbawa HM Husni Djibril menyambut kedatangan Menteri Susi di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (12/08/2017)

Kabupaten Sumbawa menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kemaritiman Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (12/7). Yang membanggakan lagi, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut. Hadir dalam seminar yang difasilitasi Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar ini di antaranya

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Ketua Dewan Penyantun UNSA Prof. Dr. H. Dien Syamsuddin, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, TNI, Polri, Kepala OPD di bidang kemaritiman se-Nusa Tenggara Barat, kelompok nelayan, petambak garam dan pembudidaya serta pelaku usaha lainnya, tokoh masyarakat, pemuka agama, organisasi pemuda, kelompok civil society, dan lainnya.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc di hadapan Menteri Susi menjelaskan, bahwa Sumbawa dengan luas wilayah 10.475,7 km2 memiliki panjang pantai sekitar 982 km dan luas perairan laut termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 89.700 km2. Kabupaten Sumbawa terdiri dari 24 kecamatan dimana 18 kecamatan pesisir dengan 63 buah pulau-pulau kecil yang eksotis dan menarik. Luasnya wilayah perairan laut tersebut menjadikan Kabupaten Sumbawa memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat potensial. Sehingga pada tahun 2016 mampu menyumbang 54,7 persen dari total produksi perikanan di Provinsi NTB serta menjadi salah satu kabupaten sentra produksi rumput laut dan udang nasional.

Baca Juga  Gubernur NTB Usul 6 Raperda

Pengembangan perikanan di daerah ini dengan segala keterbatasannya pada tahun 2016 lanjut Haji Husni, mampu memproduksi ikan sebesar  53.820,2 ton atau 20,57 persen dari potensi lestari 261.604,47 ton/tahun. Produksi ini dihasilkan oleh 10.100 nelayan serta armada perikanan jukung 605 unit, perahu motor tempel 2.503 unit, kapal motor 1.597 unit dengan alat tangkap 5.615 unit .

Pemanfaatan luas areal perikanan budidaya sebesar 16.533,49 ha atau 47,93 persen dari potensi areal sebesar 34.493,40 Ha yang menghasilkan 686.434,46 ton atau 64,80 persen dari potensi produksi sebesar 1,059 juta ton terdiri dari udang, bandeng, rumput laut, kerapu, mutiara, nila, karper, tawes dan lele. Potensi lainnya yang dimiliki seperti jasa-jasa kelautan, wisata bahari serta garam rakyat. Dengan pemanfaatan potensi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. “Dalam rangka mendorong peningkatan kapasitas produksi perikanan tangkap serta industri pengolahan hasil perikanan, kami terus berusaha melalui pengembangan armada dengan kapasitas di atas 5 gross ton, melengkapi sarana dan prasarana pelabuhan perikanan, pemenuhan kebutuhan BBM satu harga untuk nelayan, melatih keterampilan nelayan tentang cara penanganan ikan yang baik (CPIB),” bebernya.

Di samping perikanan tangkap, lanjut Bupati, pemerintah juga terus mendorong pengembangan perikanan budidaya terutama untuk komoditi ekspor seperti rumput laut, udang, ikan kerapu dan tiram mutiara melalui pendekatan kawasan. Dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pihaknya telah mengembangkan 2 kawasan minapolitan yaitu kawasan minapolitan udang dengan 5 sentra produksi dan kawasan minapolitan rumput laut dengan 6 sentra produksi. Pulau-pulau kecil di Kabupaten Sumbawa juga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Sumbawa memiliki 63 pulau-pulau kecil.  Di antaranya terdapat 6 pulau yang berpenghuni, salah satunya Pulau Bungin sebagai pulau terpadat di dunia dan Pulau Moyo sebagai destinasi wisata kelas dunia dan telah disinggahi oleh tokoh maupun selebriti kenamaan dunia. Selain itu Teluk Saleh yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya sehingga dijuluki Aquarium Dunia. “Pemanfaatan pulau-pulau kecil akan kami arahkan sebagai destinasi unggulan wisata bahari. Oleh karena itu arah kebijakan ini sekaligus memanfaatkan posisi strategis Kabupaten Sumbawa yang secara geografis berada pada jalur sutera pariwisata nasional yakni Bali-Lombok-Sumbawa-Komodo dan Raja Ampat di Papua,” tandasnya.

Baca Juga  Anggota Polres Sumbawa dan Bhayangkari Terus Kumpulkan Bantuan

Ia berharap melalui pertemuan Forum Rektor Indonesia di Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu momen penting dalam pembangunan kemaritiman di Indonesia khususnya di daerah ini. Pertemuan ini juga mampu memperkuat kerjasama dalam memanfaatkan potensi kemaritiman melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat dan jaringan industri. “Dari Sumbawa membangun maritim Indonesia, dari Sumbawa mewujudkan Indonesia poros maritim dunia,” tutup Haji Husni. (JEN/SR)

 

iklan bapenda