Kawanan Curanmor Disikat, Empat Motor Disita

oleh -8 views
bankntb

MATARAM, SR (11/08/2017)

Sat Reskrim Polres Mataram yang diback-up Tim Buser Polres Lombok Barat berhasil meringkus dua pelaku curanmor dan seorang penadah, Jumat (11/8) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita. Penangkapan terhadap Arif (22), Darma (17) dan Muhadil (penadah) ini berdasarkan laporan masuk di Polsek Ampenan dengan lokasi aksi Halaman Masjid Utara Perumahan Bulog, Kelurahan Kekalik, Kota Mataram. Dari tangan para pelaku ini disita empat unit sepeda motor yakni Honda Beat Pop warna Putih DR 4376 CN, Honda Vario warna Biru Putih tanpa plat, Honda Vario warna Merah Hitam DR 2047 TJ dan Yamaha Jupiter Z warna Pink tanpa Plat. Selain itu gagang kunci letter “T”, uang tunai Rp 700.000, sebilah golok dan satu buah plat sepeda motor.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Jumat (11/8), menjelaskan, dalam aksinya pelaku mengambil sepeda motor milik korban yang diparkir di TKP dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci letter “T”. Hasil kejahatan Arif dan Darma, dibeli Muhadil dan menyimpannya kemudian dijual kembali untuk mendapat keuntungan.

Untuk diketahui terungkapnya kasus ini setelah Team Resmob 701 mendapat informasi dari warga Sekotong  Lombok Barat bahwa telah terjadi transaksi jual beli motor Honda Beat Putih tanpa surat-surat di rumah Muhadil. Team Resmob 701 yang diback up Tim Opsnal Polres Lombok Barat langsung meluncur ke daerah Sekotong. Saat tiba di jalan raya Gerung  Lombok Barat depan SPBU Gerung sekitar pukul 22.00 wita Team Resmob 701 menangkap kedua pelaku pada saat mengisi BBM.

Baca Juga  Catut Nama Kasat Reskrim, Minta Uang untuk Selesaikan Kasus

Hasil pengembangan terungkap nama Muhadil. Polisi langsung meluncur ke kediaman Hadil. Di tempat itu Hadil berusaha melakukan perlawanan dan kabur. Polisi pun melepas tembakan peringatan tapi tak dihiraukan. Akibat polisi mengambil tindakan tegas membuat Hadil terkapar karena betis kirinya tertembus peluru. Selanjutnya polisi mengejar dua kawanan lainnya yaitu Herman dan Idi. Untuk menangkap keduanya, polisi membawa serta Arif sebagai penunjuk jalan. Ketika hendak dinaikkan ke mobil, Arif berusaha melarikan diri. Namun terhenti setelah kakinya tertembus timah panas.

Untuk diketahui, ada 4 TKP aksi para pelaku ini. Yaitu Masjid Jalan Majapahit Perumahan Bulog, daerah Pagutan, Jalan Sriwijaya daerah Pagesangan Timur Kota Mataram, dan Lombok Tengah. Sebagian besar hasil kejahatan ini dibeli Hadil, yang berjumlah sekitar 9 unit sepeda motor hasil aksi pelaku dalam seminggu. (JEN/SR)

iklan bapenda