Saksi Ahli OJK Tidak Nongol, Polisi Hanya Serahkan Dokumen

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (10/08/2017)

Sidang keempat gugatan Praperadilan (PP) Kapolres Sumbawa oleh Dirut BPR Sumbawa, Kamis (10/8) sore tadi, berlangsung kurang menarik. Sidang yang diperkirakan bakal seru karena akan hadir saksi ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ternyata tidak terbukti. Pasalnya pihak Polres Sumbawa selaku tergugat tidak bisa menghadirkan saksi ahli tersebut. Polisi hanya menyodorkan tumpukan dokumen berisi surat pemanggilan, penangkapan, penahanan dan penyitaan hingga surat-surat yang dijadikan alat bukti dalam proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana perbankan yang dikenakan kepada Dirut BPR Sumbawa, M. Ikhwan SE selaku penggugat.

amdal

Sebelumnya sidang Praperadilan itu sempat molor. Sidang yang biasanya dimulai pukul 09.00 Wita, harus diundur hingga beberapa jam. Sebab hingga pukul 13.00 Wita tim kuasa hukum Polres Sumbawa belum hadir. Mereka Hadir di Pengadilan Negeri Sumbawa pada sore harinya, sehingga sidang yang dipimpin Hakim Tunggal, Gede Astawa SH MH ini dimulai pukul 14.00 Wita. Itupun tanpa membawa saksi ahli dari OJK. Jika diamati, sidang PP ini terkesan tidak berimbang. Ketika penggugat mampu menghadirkan saksi ahli yang mematahkan seluruh argumentasi polisi dan membeberkan dasar hukum yang menyatakan polisi tidak berwenang menangani kasus tindak pidana perbankan, polisi justru tidak membalasnya dengan kehadiran saksi ahli dari OJK sebagaimana yang dijadikan ‘sandarannya’ bagi terus berlangsungnya proses penyidikan. Pada sidang sebelumnya, penggugat mengajukan Guru Besar Ilmu Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana Universitas Mataram (UNRAM), Prof. Dr. Amiruddin SH MH sebagai saksi ahli. Kemudian di sidang keempat ini, penggugat juga mengajukan dua orang saksi lainnya. Dua orang saksi ini merupakan karyawan BPR yang akan menjelaskan tentang dana cashback yang dijadikan polisi sebagai obyek sengketa. Namun tim Polres mengajukan keberatan sebab apa yang nanti dijelaskan dua saksi tersebut dianggap masuk dalam pokok perkara. Keberatan itu diterima hakim. Hakim berharap ada asas perimbangan, sebab kemarin penggugat sudah mengajukan saksi ahli, sementara polisi tidak. “Saya minta pihak pemohon untuk mengerti, kita kedepankan asas perimbangan,” ujar Gede Astawa seraya mengetuk palu tanda sidang ditutup dan dilanjutkan Jumat (11/8) besok dengan agenda kesimpulan untuk kemudian putusan pada Senin (14/8) mendatang.

Baca Juga  Bidan PTT Tewas Gantung Diri

Ditemui usai sidang, Kuasa Hukum Tergugat, Kamil Takwim SH mengakui tidak menggunakan haknya untuk mengajukan saksi ahli dalam hal ini dari OJK sebagaimana yang direncanakan. Sebab jawaban pihaknya pada sidang sebelumnya sudah mewakili semua proses penyidikan termasuk keterangan saksi-saksi dan dokumen. Intinya, tindakan polisi dalam menangani kasus tindak pidana perbankan sudah sesuai prosedur dan kewenangannya selaku penyidik. “Bukan kami tidak mampu datangkan saksi dari OJK. Tapi jawaban kami sudah mewakili semua. Kalau mau, banyak koq saksi kami, di antaranya para penyidik yang kami bawa setiap proses persidangan berlangsung,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda