Pasca Putusan Banding, Tiga Terdakwa Bank NTB Dikerangkeng

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (10/08/2017)

Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi di Bank NTB Cabang Sumbawa, dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, Kamis (10/8) pagi. MAR (mantan pimpinan Bank NTB Sumbawa), MAB (mantan Wakil Pimpinan) dan SN (mantan Penyelia Administrasi Kredit) yang sebelumnya menjadi tahanan kota, kini dijebloskan ke penjara dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Sumbawa. Eksekusi ini dilakukan kejaksaan untuk melaksanakan penetapan hakim Pengadilan Tinggi (PT) NTB, belum lama ini.

amdal

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasi Pidana Khusus, Anak Agung Raka PD SH, mengakui, penahanan terhadap tiga terdakwa ini menyusul adanya penetapan hakim PT NTB. Dalam putusan banding Pengadilan Tinggi ini, memerintahkan agar para terdakwa ditahan di Rutan. “Kami hanya melaksanakan penetapan hakim dari sebelumnya tahanan kota menjadi tahanan Rutan (rumah tahanan),” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para terdakwa yang sangat kooperatif. Mereka didampingi pengacara dan keluarganya datang sendiri memenuhi penetapan hakim tersebut. Karena itu Agung Raka—sapaan singkat jaksa ramah ini, menghimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah mengingat putusan banding di PT NTB yakni pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan, masih belum inkrach. Pasalnya ketiga terdakwa mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Seperti diberitakan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram menjatuhkan putusan masing-masing dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta kepada tiga mantan pejabat Bank NTB Cabang Sumbawa itu. Putusan ini lebih rendah dua tahun dari tuntutan jaksa. JPU menuntut para terdakwa 4 tahun penjara dan membayar denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara. Atas putusan itu baik jaksa maupun terdakwa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT). Secara mengejutkan putusan PT, justru lebih berat. Hukuman yang diterima para terdakwa 4 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Baca Juga  Catut Nama Kajari Sumbawa, Minta Duit ke Tersangka Korupsi

Untuk diketahui kasus kredit bermasalah Bank NTB Tahun 2007 mulai ditangani polisi awal 2015 lalu. Bermula dari pemberian kredit kepada 151 karyawan PTNNT senilai total Rp 7,5 miliar atau berkisar Rp 50 juta per orang. Namun dalam pencairan kredit disinyalir tidak sesuai prosedur yaitu dilakukan secara langsung tanpa ada pengecekan lapangan dan jaminan dari kreditur. Dari hasil penyelidikan polisi menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya sempat ditahan namun ditangguhkan menyusul adanya permohonan dan jaminan yang diatur dalam ketentuan KUHAP. Sejak pelimpahan penanganan dari penyidik kepolisian Polres Sumbawa ke kejaksaan, ketiganya dikenakan tahanan kota. Akibat perbuatan ketiganya, negara dirugikan Rp 2.388.963.150 (Rp 2,38 M) berdasarkan hasil perhitungan BPKP NTB. (JEN/SR)

iklan bapenda