Universitas Brawijaya Siap Jadikan UNSA Kampus GUG

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (09/08/2017)

Tim Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya (UB) tiba di Sumbawa, Selasa (8/8) kemarin. Kehadiran tim dari salah satu kampus terbaik di Indonesia ini dalam rangkaian kegiatan Workshop sebagai tim pemateri atau tim asuh kepada Universitas Samawa (UNSA) terkait dengan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi, termasuk pendampingan mengelola borang akreditasi untuk mencapai poin akreditasi yang baik. UB berhasil memenangkan program hibah Dikti dalam program Perguruan Tinggi (PT) Asuh di seluruh Indonesia. Karenanya UB memilih UNSA sebagai salah satu PT Asuh dari program tersebut. Selain UNSA, Universitas Muhammadiyah Sorong dan STKIP Bima juga menjadi salah satu PT Asuh dari UB terkait dengan hibah Dikti yang dimenangkan oleh UB tersebut. Kegiatan itu berlangsung dari 8-11 Agustus 2017 yang dipusatkan di Hotel Transit Sumbawa. Tema dari kegiatan tersebut adalah “Membangun Perguruan Tinggi yang Sehat, Bermutu dan Bereputasi dengan SPMI Menuju Good University Governance”.

amdal

Kedatangan tim PJM UB langsung disambut keluarga besar UNSA. Sebelum ke Hotel Transit, Tim UB mengunjungi UNSA baik kampus 1 maupun  kampus persiapan penegerian UNSA (Kampus Biling Monte). Turut mendampingi tim UB di antaranya Rektor UNSA, Wakil Rektor I dan II UNSA, serta pimpinan fakultas dan beberapa Kaprodi.

Dalam sambutannya, Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd menyampaikan penghargaan kepada Rektor Universitas Brawijaya beserta jajarannya atas penerimaan yang baik ketika UNSA berkunjung ke UB, 25 Juli lalu. Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada UB yang telah memilih UNSA sebagai perguruan tinggi asuh/binaan terkait hibah Dikti. Sebab diketahui UB adalah PT yang menjadi tim Pusat Penjaminan Mutu PT terbaik di Indonesia dari tahun 2002 sampai saat ini dan selalu menjadi brandmark  seluruh PT di Indonesia. “Kami berharap tim PJM UB mau mentransfer ilmu dan pengalaman hebatnya sebagai kampus besar dan hebat dalam membina UNSA untuk menuju kampus yang Good University Governance (GUG) sesuai dengan tema besar program ini,” pintanya, seraya menambahkan bahwa UNSA sengaja memilih unsur Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi dan para SPMF masing-masing fakultas sebagai peserta, sehingga diharapkan nanti mampu mengaplikasikan ilmu dari UB ini dalam perbaikan tata kelola fakultas dan lembaga menuju poin akreditasi yang baik. “Ini merupakan program dan penghargaan yang sangat luar biasa bagi UNSA sebagai kampus kecil ini. Terimakasih yang tiada terhingga untuk UB,” imbuh Prof Ude sapaan Rektor bersahaja tersebut.

Baca Juga  Buku “From Sumbawa With Dream” Dilaunching dan Dibedah

Sementara Prof. Dr. Ir. Hartutik MP selaku Kepala Bidang Monevin PHK PJM UB yang juga Ketua Tim PJM UB memaparkan pengalaman tentang tata kelola PT sehingga mendapat predikat terbaik dalam hal penjaminan mutu. “Pengalaman inilah yang akan kami transfer ke UNSA dalam kegiatan ini,” ucapnya.

Ia mengaku bangga dengan banyaknya dosen UNSA yang melanjutkan studi ke UB. Dan banyak orang Sumbawa yang memegang jabatan di UB. Kedatangannya di UNSA ini, ungkap Prof Tutik sapaan akrab guru besar ini, bertujuan untuk memberi pendampingan kepada UNSA dalam upaya meningkatkan kualifikasi akreditasi PT yang menjadi asuhannya. Ia berharap UNSA nantinya bisa menjadi leader, minimal di wilayah regional atau menjadi kordinator wilayah NTB. Selain itu UNSA dapat menularkan ilmunya kepada PT lain tentang tata kelola penjaminan mutu PT dan cara menyusun dan mengelola borang/dokumen PT. “Kami juga akan melatih untuk menyusun sistem dokumen yang audit, ada pelatihan auditor sebagai dasar mengisi barang, dan juga pendampingan menyusun narasi akreditasi agar mendapat poin bagus kedepannya,” bebernya.

Di bagian lain, Prof Tutik menyarankan kepada UNSA agar masuk menjadi anggota Jaminan Mutu PT secara nasional. Dengan masuk menjadi anggota ini, UNSA tetap diundang ketika ada kegiatan. “Apa yang kurang nantinya silahkan dikomunikasikan, kami siap membantu UNSA,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda