Kades Poto Diserang, Kantor Desa Dirusak Massa

oleh -5 views
Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Hurfan menunjukkan kerusakan kantor akibat aksi massa kepada Kasat Reskrim, AKP Elyas Ericson SH SIK
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (08/08/2017)

Situasi kantor Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir, Selasa (8/8) pagi, mencekam. Kades Poto, HZ nyaris menjadi bulan-bulanan warganya. Beruntung jiwanya selamat setelah berhasil kabur dan bersembunyi di dalam ruang kerjanya dengan cara mengunci pintu dari dalam. Karena kades lolos, massa sekitar 50 orang ini mengamuk memecahkan kaca kantor dan merusak kursi. Seluruh staf desa yang sedang bekerja lari kocar-kacir meninggalkan tempat. Mengetahui kades di dalam ruangan, massa berencana membakar kantor desa. Tapi jajaran Polsek yang dipimpin Kapolseknya, IPTU Hurfan, lebih cepat tiba di TKP. Massa pun dihalau dan dihimbau untuk tidak berbuat anarkis. Berkat negosiasi apik Kapolsek, massa pun tenang, dan oknum kades yang menjadi tersangka kasus perzinahan itu berhasil dievakuasi ke Polres Sumbawa.

Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Hurfan yang dikonfirmasi SAMAWAREA, membenarkan adanya aksi warga. Ini terjadi saat Kades Poto HZ masuk kantor. Kabar kehadiran kades itu tersebar membuat sekelompok massa bereaksi dan datang ke kantor desa untuk membuat perhitungan. Ia mengaku mendapat informasi itu dari laporan petugas Bhabinkamtibmas, sehingga bersama anggota meluncur ke TKP. “Kami mendapati kades di dalam ruang kerjanya. Pintu ruangan terkunci dari dalam,” kata Kapolsek.

Selain menyerang kades, sambung Kapolsek, massa juga merusak kantor desa. Kaca depan hancur dan beberapa kursi yang terbuat dari plastik dipatahkan. Massa yang terlihat emosi ini berusaha ditenangkan. Setelah diberikan pemahaman massa akhirnya memberikan kesempatan polisi mengevakuasi kades ke Polres Sumbawa.

Baca Juga  Sikap TGB Ikut Aksi Bela Islam ke Jakarta Menuai Pujian
Kapolsek Moyo Hilir bersama Babhinkamtibmas dan Babinsa berusaha menenangkan massa

Sebenarnya ungkap Kapolsek, ia sudah meminta Kades untuk tidak masuk kantor. Permintaan ini karena ada keinginan kades pasca dipulangkan polisi setelah sempat diamankan akibat tertangkap sekamar dengan wanita lain, untuk kembali beraktivitas. Namun ternyata permintaannya tidak diindahkan kades. “Kemarin dia (kades) sempat menahan diri tidak masuk kantor. Tapi tiba-tiba hari ini dia memberanikan diri sehingga terjadi peristiwa tersebut,” ucap Hurfan.

Seperti diberitakan, sebelumnya massa melakukan corat-coret kantor desa. Tembok, pintu dan beberapa bagian bangunan dipenuhi tulisan bernada cacian terhadap kades. Massa mendesak agar kades setempat dicopot. Tindakan warga ini sebagai reaksi atas tindakan amoral oknum kadesnya berinisial HZ yang tertangkap basah sekamar dengan istri orang di sebuah kamar Hotel TS belum lama ini. Bahkan oknum kades dan selingkuhannya tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa setelah dilaporkan dengan delik perzinahan. (JEN/SR)

iklan bapenda