HMI Bali Nusra Desak Gubernur NTB Bertanggung Jawab

oleh

Soal Penjualan 6 Persen Saham PT DMB

MATARAM, SR (08/08/2017)

Hanura

Ketua Badko HMI Bali Nusra, Yadi Saputra mendesak Gubernur NTB bertanggung jawab dan segera mengklarifikasi dugaan adanya skema permainan yang merugikan masyarakat NTB di balik penjualan saham PT DMB yang dimiliki daerah sebesar 6 persen. Menurut Yadi, saham 6 persen adalah hak masyarakat NTB untuk mendapatkan kesejahteraannya. Kini saham itu ditukar dengan harga yang rendah plus posisi satu direksi. “Cara yang dimainkan Pemprov ini sangat konyol,” tukasnya kepada SAMAWAREA, Selasa (8/8).

Sampai saat ini ungkap Yadi, hasil penjualan saham tersebut masih belum jelas. Namun dari informasi taksiran penjualan saham itu mencapai Rp 700 Milyar. “Harus ada klarifikasi dari Gubernur TGH Dr. H. Zainul Majdi terkait dugaan permainan yang mengorbankan masyarakat.

Baca Juga  Pemuda Muslim Sumbawa Dukung Habieb Riziq dan Raja Salman

Untuk diketahui, penjualan saham PT DMB kepada pihak PT Medco Energi, sebelumnya adalah menjadi bagian dari saham PTNNT yang dimiliki daerah. Proses penjualan saham tersebut dianggap cacat hukum karena tidak melalui mekanisme sidang paripurna DPRD Provinsi. Kemudian hasil dari penjualan saham sampai saat ini masih belum jelas. (*)

Dikes PTSJR Nasdem Azzam

2 thoughts on “HMI Bali Nusra Desak Gubernur NTB Bertanggung Jawab

  1. udah paham kok bro. makanya TGB seharusnya Menjelaskan sejak awal agar tidak ada yang kritik. toh juga terkait penjelasannya masih ada yang menjanggal.
    pertama. informasi sebelumnya penjualan saham tersebut sebesar 700 M itu datang dari Dirut DMB.
    lalu muncul juga dari statman wakil DPRD provinsi Untuk membenarkan besaran Harga jual saham tersebut.
    dan terakhir kini TGB dan Drut DMB menjelaskan saham tersebut dijual seharga 400 sekian M.
    ini kan menimbulkan tanda tanya menurut logika yang sehat.
    jika mengatakan kalau mudaratnya lebih banyak yang disebabkan Harga saham PTNNT semakin menurun dan kemudian akan di Reinvestasikan Ke BUMD saya pikir itu bukan lah alasan yang logis, sebab bagaimana mungkin Arifin Fanigoro berani meraup semua saham PTNNT tampa berfikir itu akan menguntungkan atau tidak. yang jelas itu pasti menguntungkan sebab Tambang NNT masih menyisahkan satu Fase yaitu Fase 7. lihat juga analisis Prof Zaenal asikin terkait Ada temuan cacat prosedur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *