Ponpes Al Ikhlas Taliwang Salah Satu Ponpes Terbaik di Indonesia

oleh -49 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (08/08/2017)

Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang Sumbawa Barat, membuktikan kualitasnya sebagai salah satu Pondok Pesantren terbaik di Indonesia. Sistem pendidikan yang diterapkan sejak Tahun 2016 diakui pemerintah melalui Kementerian Agama, sebagai salah satu Pondok Pesantren di Indonesia sebagai Lembaga Pendidikan Agama Islam yang bersatus Pondok Mu’adalah. Diusianya ke-33 Pondok Pesantren yang dipimpin Dr. KH. Lalu Zulkifli Muhadli, SH MM tersebut, dengan status Mu’adalah dianggap sejajar dengan Pondok Pesantren Tertua dan ternama yang ada di Indonesia, seperti Pondok Modern Gontor, Pondok Darunnajah dan Pondok Tebu Ireng di Pulau Jawa. “Di Indonesia dari ribuan Pondok Pesantren yang ada, yang mendapat status Mu’adalah baru sekitar 50-an Pesantren, dan alhamdulillah kita salah satunya dan menjadi yang pertama dan satu-satunya di Nusa Tenggara Barat saat ini,” tandas Ust Lalu Muhammad Mujahid Imaduddin S.Hi M.Ag, Pimpinan Harian Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, Minggu (6/8) kemarin.

amdal

Adapun maksud dari Pondok Mu’adalah dijelaskan Ustat Mujahid adalah pondok pesantren yang disetarakan dengan SMA/MA. Meski pondok pesantren tersebut tidak mengikuti kurikulum Kemdiknas (SD, SMP, SMA) atau kurikulum Kemenag (MI, MTs, MA) tetapi alumnusnya dapat diterima (diakui) di perguruan tinggi di dalam dan luar negeri seperti Al Azhar, Ummul Quro’, dan lainnya. Dengan mu’adalah (disetarakan), di dalam negeri (Indonesia) santri lulusan pondok pesantren tersebut juga dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah di perguruan tinggi swasta/negeri) atau jika berhenti di tengah jalan (keluar) tetap dapat melanjutkan ke SMP/MTs atau SMA/MA.

Baca Juga  Kekurangan Siswa, SMPN 5 Sumbawa Buka Pendaftaran Sampai Kiamat

Pendidikan pondok pesantren tersebut disetarakan dengan Madrasah Aliyah melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Depag RI dan oleh SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional untuk disetarakan dengan SMA. Proses penyetaraan ini telah berlangsung lama sejak tahun 1998 hingga sekarang sebagai langkah pengakuan pemerintah terhadap eksistensi pendidikan di kalangan pondok pesantren yang pada saat itu belum terakomodir di dalam sistem pendidikan nasional. “Jadi ijazahnya dari Pondok Pesantren itu sendiri yang telah disahkan pemerintah, dan ujiannya pun bukan lagi seperti pendidikan umumnya,” imbuhnya.

Sejalan dengan status Mu’adalah tersebut, dalam gelaran Apel Tahunan atau pekan perkenalan Pondok Pesantren Al-Ikhlas tahun ini yang berlangsung, Minggu (6/8), menurut Ustad Mujahid, Ponpesnya menancapkan Visi menuju Pesantren Percontohan 2024 bertaraf International. Berbagai terobosan pun dilakukan dengan peningkatan mutu dan kwalitas Pendidikan, serta pembangunan Infrastruktur pendidikan yang memadai.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Dr. KH. Lalu Zulkifli Muhadli SH., MM di hadapan ribuan tamu undangan khususnya wali santri mengatakan jika kwalitas Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang yang dirintis sejak 1984 tersebut, terus terjadi regenerasi dan peningkatan. Menurut mantan Bupati Sumbawa Barat dua periode ini,  generasi Pimpinan Pondok kali ini merupakan generasi kedua yang tidak lain anak–anaknya sendiri tersebut, dibantu tenaga pengajar yang professional. Ia optimis akan menjadi lembaga pendidikan yang kelak akan melahirkan calon-calon ulama ulil amwal, ulil albab dan aulil amri sesuai dengan tantangan jaman. “Yang patut kita syukuri adalah telah terjadi regenerasi dalam Pondok Pesantren Al-Ikhlas, dengan demikian Pondok Ini akan terus tumbuh dan generasi kedua ini tidak kalah lebih baik akan melanjutkan perjuangan di dalam Pondok dan kami tinggal mendorong mereka ini agar terus berkiprah,” kata Kyai Zul sapaan akrab Ketua Forum Pondok Alumni Gontor se-Indonesia dan Wakil Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia.

Baca Juga  Pelepasan 280 Siswa SMPN 1 Sumbawa Diiringi Beragam Prestasi

Adapun langkah-langkah terpadu yang terus dikembangkan di dalam Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, selain system pendidikan 24 jam system asrama dengan mengajarkan santri menggunakan bahasa Arab dan Inggris, juga dikembangkan santri Hafidz Al-Qur’an dan melahirkan Qori Qoriah di samping pendalaman isi yang terkandung dalam Al-Qur’an. Selain itu, pembinaan dalam pondok juga terus dikembangkan kegiatan ekstrakurikuler lainnya, seperti melatih santri pramuka, marching band, pidato, pencak silat dan berbagai kegiatan seni dalam rangka menciptakan generasi yang bermental tangguh.

Untuk pendidikan di luar, Pondok Pesantren Al-Ikhlas juga menggelar kegiatan studi banding ke Pondok Modern Gontor di Ponorogo, perkenalan terhadap dunia usaha dengan mengunjungi berbagai perusahaan ternama di Indonesia menjadi bagian dari pendidikan guna melatih generasi mandiri. Selain itu Pondok Pesantren Al-Ikhlas juga memberikan kesempatan bagi santri untuk melakukan kegiatan studi tour ke luar negeri seperti, Singapura, Malaysia dan Thailand dalam rangka mendekatkan dunia pendidikan dan usaha bagi santri kelak, apabila ingin melanjutkan ke luar negeri. (HEN/SR)

 

iklan bapenda