Dikbud Sumbawa Gelar Sensus Pencapaian SPM

oleh -0 views
Kasubbag Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud ME
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN PROGRAM SUB BAGIAN TUGAS PERBANTUAN DIKBUD KABUPATEN SUMBAWA 

SUMBAWA BESAR, SR (07/08/2017)

amdal

Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Sensus Pencapaian SPM ke seluruh SD dan SMP termasuk MI/MTs di Kabupaten Sumbawa. Sensus tersebut untuk mengetahui progres pencapaian SPM Tahun 2017, yang selanjutnya menjadi bahan dalam mengambil keijakan selanjutnya.

Kasubbag Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud SE ME di hadapan Pengawas pada Lokakarya SPM Dikdas di Aula Dinas Dikbud belum lama ini menyampaikan bahwa Sensus pencapaian SPM ini setiap tahun dilaksanakan untuk memotret pencapaian SPM. Sekarang ini SPM sudah termuat di dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Sumbawa 2016-2021.

Pada 2021 mendatang jelas Amin–sapaan akrabnya, Dinas Dikbud tidak lagi membahas SPM, karena semuanya diharapkan sudah tuntas. “Sekarang ini kita ingin memotret pencapaian SPM seperti apa progresnya, kalau dari hasil sensus tersebut ada progres yang signifikan maka kita memproyeksi bahwa tahun 2021 tidak ada masalah lagi dalam hal pencapaiannya,” ungkapnya.

Selain itu sambung Amir, Sensus Pencapaian SPM ini juga dihajatkan sebagai laporan Dinas Dikbud kepada Kemendikbud dan Kemendagri sebagai bentuk kewajiban pemerintah daerah. Dan informasi yang diperoleh bahwa pada tahun ini Kementerian Dikbud berencana untuk merubah Permendikbud No. 23 tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Minimal Dikdas. Draf perubahan Permendikbud tersebut sudah selesai, namun masih tertahan di Kemendagri yang belum menandatangani perubahan tersebut. Kendati demikian Kemendikbud sudah memiliki keinginan untuk merubah ketentuan tersebut, karena banyak kekurangan dari berbagai aspek yang perlu disempurnakan.

Baca Juga  SAAT JAYA Siap Jadi ‘Dokter’ untuk Masyarakat Sumbawa

Di Kabupaten Sumbawa, sebenarnya pada tahun ini sudah menyiapkan skenario berbagai kegiatan untuk menyikapi kemungkinan adanya perubahan tersebut. Tapi perubahan yang ditunggu tak kunjung terealisasi. Karena itu pencapaian SPM mengacu pada aturan yang ada. Untuk diketahui, SPM sudah masuk Renstra Dinas Dikbud, dan telah disiapkan review RPJMD. Ketika nanti sewaktu-waktu ada perubahan maka pihaknya sudah siap.

Terkait dengan pelaksanaan Sensus, Amir mengakui jika tahun sebelumnya tidak seluruh sekolah dilakukan sensus. Dan untuk tahun ini diupayakan seluruh sekolah (SD—SMP) disensus. Hasil dari Sensus tahun 2016 lalu sudah diolah dan ditindaklanjuti dengan menyusun Road Map Pemenuhan SPM di Kabupaten Sumbawa. Road Map ini menggambarkan berbagai rancangan skenario kebijakan dalam rangka pemenuhan SPM, mulai dari potretnya atau hasil survei sebelumnya, hingga pemenuhan anggaran. Sensus tahun ini dikejar waktu sehingga diharapkan kepada Pengawas untuk segera melakukan sensus hingga pelaporan. “Semoga sensus ini dapat dirampungkan dalam Bulan September mendatang,” harapnya.

Amir juga menyampaikan kegiatan SPM sudah berakhir tahun 2016 lalu, namun karena Kabupaten Sumbawa mendapat predikat kualifikasi A dalam rangka penyelenggaraan SPM Dikdas, sehingga mendapat bonus tambahan kegiatan dengan alokasi anggaran Rp 300 juta. “Inilah yang kita laksanakan pada tahun ini, mudah-mudahan di akhir nanti dapat dilaksanakan sesuai rencana,” ucapnya.

Perwakilan Pengawas, Karwo SPd selaku Koordinator Sensus, menyatakan kegiatan itu akan digelar pada masing-masing jejang pendidikan SD dan SMP oleh pengawas sekolah masing-masing. Untuk penjaringan data, dilakukan berdasarkan sekolah binaan dengan instrumen survei sama seperti survei tahun sebelumnya. “Survei atau sensus Pencapaian SPM ini dimulai dari 3 sampai 14 Agustus 2017,” demikian Karwo. (JEN/SR)

iklan bapenda