TGB: Anak Sholeh Intisari Segala Kebaikan

oleh -0 views
bankntb

MEDAN, SR (06/08/2017)

Dalam tausiyahnya di hadapan ratusan santri santriwati Hafiz di Rumah Tahfizd Mithahul Jannah Kota Medan, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga mengingatkan pentingnya menyiapkan anak-anak menjadi anak yang sholeh sholehah, karena merupakan intisari dari berbagai kebaikan. Dijelaskannya, meskipun umur umat Nabi Muhammad ini tidak panjang, yaitu berkisar antara 60 sampai 70 tahun, namun kalau umat ini menempuh jalan yang diajarkan rasul, maka umur itu akan dilipatgandakan dengan kebaikan yang dilakukan. Salah satunya adalah menyiapkan anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh sholehah. Anak yang sholeh-sholehah menurut TGB merupakan intisari dari segala macam kebaikan yang ada. Dan salah satu jalan untuk membentuk anak yang sholeh-sholehah adalah mendekatkan mereka kepada  kepada Al-Quran.

amdal

Gubernur Alumni Mesir ini menyampaikan bahwa Allah sering mengambarkan kehidupan ini sebagai sebuah perniagaan, yang modal utamanya adalah umur dan sehat. Jika diukur dengan kehidupan dunia, perniagaan atau bisnis yang sukses adalah diukur dari seberapa besar keuntungan material yang didapat pebisnis itu. Semakin banyak keuntungan yang didapat, semakin sukseslah seseorang itu. Namun, bagi seorang muslim, ukurannya adalah seberapa besar seseorang menabung kebaikan selama hidup. Sebab, apabila seseorang meninggal dunia, maka akad ada dua pembicaraan, yaitu pembicaraan para malikat di langit dan pembicaraan manusia di bumi. Di langit para malaikat akan membicarakan seberapa besar kebaikan dan ibadah yang sudah dilakukan oleh orang itu. Namun, jika di dunia, manusia akan membicarakan apa yang dia tinggalkan untuk keluarga dan ahli warisnya. “Yang paling beruntung adalah kita meninggalkan anak yang sholeh-sholehah sebagai amal jariyah dan menjadi syafaat di akhirat kelak,” ungkap TGB.

Baca Juga  SMAN 1 Moyo Utara Juara LCC Kebankcentralan

TGB berharap anak-anak yang masuk dan menuntut ilmu Al-Quran di rumah tahfizd ini menjadi syafaat bagi kebaikan-kebaikan yang telah diamalkan para orang tua. Sehingga, ketika nanti di akhirat dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, para orang tua bisa menjawab. Yaitu, orang tua telah meninggalkan anak sholeh-sholehah, sebagaimana tuntunan Al-Quran dan hadits.

Di akhir Tausyiahnya, TGB mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia memerlukan anak-anak, pemuda atau figur yang memiliki keteguhan iman, karakter yang kuat, tidak cengeng dan berani menghadapi tantangan. “Semua itu lahir dari anak-anak yang cinta Al-Quran,” pungkasnya.

TGB kemudian, mengundang tiga orang santri yang telah menghafal Al-Quran untuk diuji hafalannya. Setelah menguji dan menyimak, TGB merasa bangga dengan kemampuan santri tersebut sehingga TGB pun memberikan hadiah kepada mereka. (JEN/SR)

iklan bapenda