Silaturahim Ibarat Air yang Menyirami Persaudaraan

oleh -1 views
bankntb

MEDAN, SR (06/08/2017)

“Jangan pernah menceritakan keburukan orang lain, apalagi keburukan umat agama lain dan keburukan ormas lain. Tetapi fokuslah untuk memperbaiki dan mengoreksi diri sendiri untuk selalu berbuat kebaikan. Karena silaturrahim Islam bisa masuk ke Indonesia, bahkan tersebar di seluruh dunia. Dengan silaturrahim akan membentuk persaudaraan. Dan persaudaraan ibarat pohon. Supaya pohon bisa tumbuh dengan kokoh, akar yang kuat dan daun rindang serta buah yang lebat, maka dibutuhkan air. Silaturrahmi inilah ibarat air yang menyirami persaudaraan supaya tetap kokoh,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat menyampaikan Tausyiah pada acara Tablig Akbar di Lapangan 50 Kabupaten Batubara, sebuah Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Asahan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu 5 Agustus 2017 kemarin.

amdal

Ketua Panitia Penyelenggara, Ustadz Azwarnas mengundang Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB dua periode itu untuk mengisi dan menyampaikan dakwah pada acara Tablig Akbar tersebut. Tablig dihadiri segenap masyarakat Kabupaten Batubara, juga Bupati Batubara diwakili Asisten Tiga Pemkab Batubara serta keluarga besar PPI Sumut dan para toga/toma Kabupaten Batubara.

Dalam dakwahnya, TGB menegaskan bahwa kedatangannya ke Kabupaten Batubara Sumut, semata-mata untuk menyambung tali silaturrahim. Ia mengingatkan kepada masyarakat yang hadir memadati lokasi acara untuk tetap berbuat baik walau sekecil apapun. “Jangan sampai kita merasa bahwa ibadah kita sudah baik. Tetapi ternyata masih tetap menyakiti tetangga dan menggosip tentang keburukan saudaranya,” pesan TGB.

Baca Juga  Komisi V DPRD NTB Perjuangkan Pembangunan Sumbawa

Menurutnya, ibadah yang baik adalah ibadah yang tidak hanya fokus kepada Allah. Namun juga tetap menjalin hubungan baik dengan sesama. Ia pun mengajak tetaplah berbuat baik, ikhlas karena Allah SWT, karena tidak ada yang mengetahui amal baik mana yang akan membawa menuju surga Allah SWT. “Amal yang kelihatan biasa-biasa saja, akan tetapi ternyata amal itulah yang mungkin akan membawa keberkahan,” ungkap TGB sembari menceritakan kisah 3 orang yang terjebak dalam goa. Namun hanya karena kebaikan yang pernah diperbuatnya di masa lalu menjadi sebab dimudahkan ketiga orang tersebut keluar dari goa.

Selain itu, Gubernur TGB juga kembali menekankan pentingnya melaksanakan atau mengamalkan inti dari ajaran Islam yaitu silaturahim, sebagai modal untuk mewujudkan cita-cita sebagai bangsa. “Sebab harapan dalam membangun masyarakat yang diajarkan Al Quran, sama dengan cita-cita kita sebagai bangsa, yaitu untuk menciptakan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Dalam Al quran disebut dengan baldatun thoyibatun. Kata baldatun thoyibatun berarti sejahtera dan subur. Maknanya yaitu bumi ini memberikan berkah yang luar biasa bagi yang tinggal di atasnya,” ujar Gubernur.

Hafidz Quran tersebut kemudian melanjutkan bahwa untuk membangun negeri yang makmur, harus terus memperkuat ikatan tali silahturahmi. Hal ini sejalan dengan semangat persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar bagi Indonesia untuk tetap berdiri. (JEN/SR)

 

iklan bapenda