Ponpes Terus Berjuang Merawat Kemajemukan Indonesia

oleh -1 views
bankntb

MEDAN, SR (06/08/2017)

Berbagai cara dilakukan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi MA membangun hubungan harmonis antara NTB dengan provinsi lain di tanah air. Salah satu melalui ceramah agama yang kebetulan Gubernur dua periode yang akrab disapa TGB ini adalah seorang ulama dan ahli tafsir Al-Qur’an jebolan Mesir. Karena itu TGB aktif memenuhi undangan tokoh agama dan masyarakat di berbagai daerah, salah satunya KH. Dr. Dedi Masri, LC., M.Si, di Medan Sumatera Utara, belum lama ini.

amdal

Di Sumatera Utara, TGB, menghadiri malam Pelantikan Pengurus Ikatan Pesantren Indonesia (IPI). Pertemuan penting ini, dihadiri berbagai BUMN, Forkompimda Provinsi Sumatera Utara,  para tokoh agama dan masyarakat. Juga dihadiri oleh seluruh ratusan perwakilan Ponpes se Sumut , serta pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Laode Ahmad SE. MSi, Perwakilan Polda Sumut,  Perwakilan Pemda Sumut dan tokoh-tokoh masyarakat/tokoh agama se Sumut. Acara pelantikan dipimpin langsung ketua DPD Ikatan Ponpes Indonesia Sumatera Utara, KH. R. K Zaini Ahmad yang juga merupakan tokoh masyarakat di Sumatera Utara.

Setelah pelantikan, TGB didaulat untuk menyampaikan gagasannya tentang Indonesia. Mengawali orasi kebangsaannya, TGB menyampaikan bahwa pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia, sejak awal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu dan bersinergi memberikan segala yang terbaik untuk kepentingan bersama. “Kewajiban kita semua bersama-sama untuk terus berjuang, merawat, menjaga dan membentengi Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  F2MP Galang Dana untuk Pasien Balita Penderita Jantung Bocor

Khusus mengenai Indonesia sebagai sebuah bangsa, TGB menyampaikan buah pemikirannya. Pertama, Indonesia adalah sebuah wujud anugerah dan nikmat dari Allah SWT dengan segala sumber kekayaan baik alam maupun keragaman budaya dan sosialnya. “Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Termasuk keragaman Indonesia yang ada saat ini, merupakan skenario besar dari Allah SWT,” tuturnya.

Fenomena keberagaman dan perbedaan di Indonesia sangat jelas dan nampak dalam kehidupan.  Hal ini berbeda dengan negara-negara yang ada di Jazirah Arab. Dimana perbedaan tidak terlalu nampak baik dari alam maupun suku bangsa mereka. Asal-usul mereka hampir semuanya homogen. Keberagaman Indonesia ini, menurut Gubernur TGB, dengan aneka kekayaan alam dan budaya yang nyata adanya, makin menggambarkan bahwa surga yang tergambar di dalam Al Quran itu ada di Indonesia.

Kedua, Indonesia  adalah Amanah dari Allah SWT. Karenanya Tuan Guru Bajang mengajak  seluruh anak bangsa ini untuk selalu menjaga amanah besar tersebut agar tidak sia-sia. Ketiga, Indonesia dalam pandangan TGB adalah Ijma’ Wathani, yakni sudah menjadi konsensus nasional. Dalam perjuangan mewujudkan konsensus nasional itu, para ulama memiliki peran terbesar. Dengan demikian, tidak ada lagi ruang untuk adanya perdebatan mengenai perbedaan dan keragaman Indonesia ini. Ia mengajak audiens untuk ikhlas menerima keragaman dalam Bangsa Indonesia ini. Terutama dengan cara terus memupuk kepedulian keluarga besar Ponpes yang selama ini sudah tumbuh dan berkembang dalam semangat keiklhlasan. (JEN/SR)

iklan bapenda