Pemenuhan SPM Dikdas Diharapkan Tuntas 4 Tahun Mendatang

oleh -0 views
Kasubbag Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud ME
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (06/08/2017)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa telah mengidentifikasi kebutuhan anggaran dalam rangka percepatan pemenuhan SPM Pendidikan Dasar. Kebutuhan anggaran tersebut dihitung berdasarkan data dari sekolah yang kemudian dikelompokan dalam kebutuhan anggaran untuk masing-masing jenjang sekolah seperti SD dan SMP di setiap kecamatan. “Sebagaimana RKJM Sekolah, kami harap dalam masa 4 tahun mendatang seluruh kebutuhan untuk memenuhi SPM tuntas terlaksana,” ungkap Kasubbag Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud SE ME, di sela-sela Lokakarya Pengintegrasian RKJM Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar (Dikdas) untuk SD dan SMP pada Program Peningkatan Kapasitas PKP-SPM Dikdas 2017 Kabupaten Sumbawa di Hotel Sutan Sumbawa, belum lama ini.

Pihaknya mengaku telah melakukan pendataan kebutuhan anggaran untuk masing-masing indikator yang digambarkan dalam indikator pemenuhan SPM. Seperti ketersediaan buku sekolah baik buku teks maupun referensi, alat peraga, alat laboratorium, dan lainnya. “Terhadap kebutuhan ini, setiap sekolah tinggal mengidentifikasi saja berapa kebutuhan buku untuk memenuhi sesuai SPM. Itulah yang direncanakan dalam 4 tahun kedepan melalui penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah (RKJMS). Selanjutnya kebutuhan buku itu dituangkan dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) setiap tahun,” jelas Amir.

Digambarkan Amir, besar anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan buku khususnya buku referensi untuk SD mencapai Rp 850 juta sementara SMP Rp 666 juta. Ini belum termasuk buku teks dan anggaran untuk kebutuhan lain sesuai indikator SPM yang belum terpenuhi. Anggaran ini dapat bersumber dari dana BOS. Karena sesuai aturan dalam dana BOS tersebut dialokasikan untuk pengadaan buku sebesar 20 persen. “Kalau setiap tahun dibelanjakan 20 persen untuk beli buku, maka dalam waktu 4 tahun pemenuhan SPM dari indikator buku sudah terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga  Pemda KSB Gelar Lomba Apresiasi GTK PAUD dan PNF

Disamping menggunakan dana BOS, dimungkinkan bagi sekolah untuk menggali potensi anggaran dari luar seperti sumbangan Komite Sekolah atau sumbangan ketiga. Seperti di Kecamatan Ropang, ada salah satu perusahaan yang siap menyumbangkan anggaran untuk pengadaan buku untuk seluruh sekolah di wilayah setempat.

Yang paling berat sambung Amir, adalah anggaran pemenuhan SPM yang menjadi kewenangan kabupaten seperti pengadaan ruang kelas baru, meja, kursi dan fasilitas lainnya. Ia mencontohkan untuk seluruh sekolah di Kabupaten Sumbawa, dari hasil pendataan khusus SD dibutuhkan anggaran sekitar Rp 34 miliar. Anggaran ini untuk pengadaan ruang kelas baru dengan perangkatnya termasuk papan tulis. Sementara SMP Rp 5,7 miliar. “Jika semua komit dengan pengalokasikan anggaran ini baik anggaran untuk pemenuhan SPM yang menjadi kewenangan kabupaten maupun sekolah, kami yakin dalam waktu 4 tahun semuanya akan tuntas,” demikian Amir Mahmud. (JEN/SR)

iklan bapenda