315 Pendaftar Operasi Katarak dan Pterygium Jalani Medical Screening

oleh -1 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (05/07/2017)

amdal

Operasi Katarak dan Pterygium gratis yang digelar RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat, disambut antusias masyarakat setempat. Tercatat 315 pendaftar dan calon pasien kegiatan dalam rangka mendukung program pemerintah bebas buta Katarak dan Pterygium tersebut. Saat ini ratusan calon pasien tersebut tengah menjalani medical screening di Ruang Pelayanan Umum RSUD yang berlangsung 3—4 Agustus kemarin.

Untuk diketahui, Operasi Gratis ini merupakan hasil kerjasama RSUD Asy-Syifa dengan Dinas Kesehatan, PKK, GOW dan Perdami. Kegiatan bhakti social digelar sebagai wujud kepedulian RSUD Asy-Syifa dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mengingat di KSB belum ada dokter spesialis mata. Karena itu melalui kegiatan ini RSUD melibatkan dokter dari Sangla Bali. “Tujuan medical screning ini untuk menentukan tingkat kelayakan penyakit mata katarak dan Pterygium untuk dioperasi,” ungkap Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof Sitompul kepada SAMAWAREA, Sabtu (5/8).

Disebutkan Dokter Carlof, dari 315 pendaftar, 216 di antaranya penderita katarak, dan 99 orang Pterygium. Namun berdasarkan medical screening, yang layak untuk dioperasi hanya 105 orang yakni 75 penderita katarak dan 30 Pterygium. Sedangkan sisanya ada yang dinyatakan menderita penyakit lain, ada juga katarak ringan yang bisa sembuhkan hanya dengan cukup memberikan  obat. Demikian dengan pendaftar Pterygium. “Angka ini masih kurang dari target yang dibutuhkan. Targetnya 100 Katarak dan 50 orang Pterygium. Jadi kami himbau masyarakat yang memiliki penyakit Katarak dan Pterygium silahkan mendaftar melalui Puskesmas masing-masing agar dapat discreening untuk menjalani operasi pada 28–30 Agustus mendatang,” pintanya.

Baca Juga  UTS Beri Bantuan Finansial Mahasiswanya yang ‘Terperangkap’ di Zona Merah

Di tempat yang sama dr. Anak Agung Mas dari Prodi Kesehatan Mata Sanglah Bali mengaku sangat gembira karena pada Tahun 2020 tidak ada lagi masyarakat yang menderita Katarak. Sebab katarak merupakan penyakit mata yang menyebabkan kebutaan. Di indonesia sebutnya, jumlah penderita katarak sekitar 4% dari jumlah penduduk. NTT dan NTB merupakan daerah penderita katarak tertinggi dan terendah dalam hal pelayanan penyakit mata. Karena itu setiap 4 bulan pihaknya mengunjungi NTT dan NTB khususnya KSB. “Kami sangat senang sekali bisa bekerjasama dengan pihak rumah sakit untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ucapnya. (HEN/SR)

 

iklan bapenda