Polsek Plampang Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aborsi

oleh -8 views
AG--Paman bayi ditetapkan sebagai tersangka
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (01/08/2017)

Penyidik Polsek Plampang menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan aborsi terkait penemuan jasad bayi yang dikubur di lahan Peliuk Kokar Jontal, Desa Sepayung Kecamatan Plampang. Keduanya adalah RN dan AG—ibu dan paman bayi. “Untuk sementara ada dua orang tersangka,” kata Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan kepada SAMAWAREA, Senin (31/7) kemarin.

amdal

Kedua tersangka ini telah dibawa ke Polres Sumbawa. Untuk AG dititipkan di tanahan Polres, sedangkan YN diopname di RSUD Sumbawa guna proses operasi (guret) karena ari-ari pasca aborsi masih berada di dalam kandungan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi yang bisa merenggut jiwa ibu bayi malang tersebut. Sejauh ini ungkap Kapolsek Sarjan, pengembangan penyidikan terus dilakukan terhadap kemungkinan adanya tambahan tersangka baru. “Kami terus kembangkan, bisa jadi ada tersangka lain,” katanya.

Tragis ! Jatuh tertimpa tangga, dalam kondisi sakit, YN–ibu bayi menandatangani berkas penetapannya sebagai tersangka

Seperti diberitakan, masyarakat Desa Sepayung Kecamatan Plampang, heboh. Sebuah gundukan berbentuk kuburan kecil ditemukan di sebuah lahan Peliuk Kokar Jontal dalam kondisi dikerubungi lalat, Kamis, 27 Juli lalu. Karena curiga ada yang tidak beres terkubur di lahan milik RSM, warga melaporkannya ke Polsek Plampang. Saat itu juga Polsek langsung berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa serta Tim Medis Puskesmas Plampang guna melakukan pembongkaran, olah TKP dan identifikasi. Saat dibongkar ternyata di dalamnya terdapat jasad bayi. Ikut menyaksikan pembongkaran itu Sekdes Sepayung, Sutrisno, Ketua BPD Sukriman, dan puluhan warga. Selanjutnya jasad yang sudah hancur yang ditutupi kain putih dan pakaian yang diduga milik orang tua bayi ini, dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sumbawa, dan Tim Medis Puskesmas Plampang. Diperkirakan orok bayi ini berumur 5—6 bulan. Karena dalam kondisi hancur, jenis kelamin bayi sulit diidentifikasi. Setelah melakukan pembokaran kuburan tersebut, mayat bayi ini kembali di kubur. Prosesi penguburan dilakukan di TPU Desa Sepayung Kecamatan Plampang. Polisi pun mulai melakukan penyelidikan. Dalam waktu singkat berhasil mengungkap dan menangkap ibu sang bayi (RN) dan pamannya berinisial AG yang membantu dalam proses penguburan. Selanjutnya ayah biologis bayi berinisial MD juga ditangkap. Ketiganya diringkus di wilayah Kecamatan Empang. Pada hari yang sama polisi juga mengamankan pemilik lahan ditemukannya kuburan bayi itu. Dia adalah RSM—bibi dari ibu bayi tersebut. (BUR/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Enam Luka Berat Saat Arus Balik