Khabar Gembira ! RSUD Asy-Syifa Gelar Operasi Katarak dan Pterygium

oleh -3 views
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (01/08/2017)

amdal

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-sifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menggelar Operasi Katarak Pterygium. Bhakti sosial yang dilaksanakan selama tiga hari, 28—30 Agustus ini merupakan hasil kerjasama RSUD Asy-syifa, Dinas Kesehatan, PKK, dan GOW KSB dengan Perdami. Tentunya ini khabar gembira bagi masyarakat KSB yang selama ini kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan terutama penderita katarak dan Pterygium.

Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof yang ditemui SAMAWAREA, memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Targetnya adalah 100 orang penderita katarak dan 50 orang Pterygium (penderita daging tumbuh berbentuk segi tiga atau seperti sayap pada mata). Meski demikian target ini akan dipertimbangkan kembali, disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Ilustrasi: operasi katarak dan Pterygium

Operasi katarak dan pterygium ini dilaksanakan ungkap dr Carlof, karena sampai sekarang Rsud Asy-Syifa belum memiliki dokter spesialis mata. Selama ini ketika pasien penderita penyakit mata, terpaksa dirujuk ke provinsi yang tentunya membutuhkan dana yang besar. Karena itu melalui bhakti social tersebut, pihaknya akan mendekatkan pelayanan mata dengan menghadirkan dokter mata dari Denpasar Bali. Pihaknya ingin KSB bebas kebutaan di samping mendukung program pemerintah pusat yaitu Indonesia Bebas Kebutaan Tahun 2020.

Untuk memicu respon masyarakat KSB terhadap kegiatan ini, PKK akan melakukan sosialisasi ke semua desa. Selanjutnya GOW yang mengakomodir calon pasien. Bagi masyarakat yang belum mendapat informasi mengenai kegiatan ini, dr Carlof mempersilahkan datang ke RSUD Asy-Syifa KSB untuk mendaftarkan diri. Syaratnya hanya membawa identitas KSB.

Baca Juga  RSUDP Layani Pasien Saat Libur Idul Fitri

Untuk diketahui, Katarak dan Pterygium adalah penyakit yang disebabkan oleh seringnya mata terkena paparan sinar matahari. Untuk itu masyarakat dianjurkan menggunakan kacamata hitam jika terlalu lama beraktifitas di bawah terik matahari. Terutama para nelayan yang kerapkali terkena matahari bahkan suasana dan hawa panas di lingkungannya. (HEN/SR)

iklan bapenda