Fasilitasi GEMAJIPI, KKN UTS Undang Kadis Peternakan

oleh -1 views
bankntb

KERJASAMA MEDIA ONLINE SAMAWAREA DENGAN DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (01/08/2017)

amdal

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Ir Talifuddin M.Si menghadiri langsung sosialisasi program Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung Integrasi Sapi (GEMAPIJI) hasil kolaborasi Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian. Sosialisasi yang difasilitasi Kelompok 16 KKN UTS dan pemerintah desa tersebut digelar di Balai Desa Desa Songkar Kecamatan Moyo Utara, Selasa (1/8).

Tujuannya untuk menambah wawasan masyarakat dalam memanfaatkan limbah jagung yang selama ini dibuang. Dengan adanya sosialisasi mengenai pengolahan limbah jagung tersebut diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatannya mulai dari daun, batang, kelobot, hingga tulang, yang diproses menjadi pakan ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir Talifuddin M.Si dalam sambutannya mengatakan komoditi jagung yang di daerah ini sangat besar. Hal ini berpotensi menghasilkan limbah jagung yang cukup banyak. Namun selama ini limbah tersebut terbuang percuma dan dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat. Karena itu program GEMAPIJI menjadi solusi dalam rangka menggalakkan pemanfaatan limbah tersebut. Dalam pemanfaatan tersebut harus diimbangi dengan tetap memperhatikan ternak yang ada. “Limbah pertanian harus dimanfaatkan sebagai pakan maupun pupuk kandang, sehingga tidak ada yang dibuang percuma. Melihat hal itulah maka program baru ini harus digalakkan. Petani punya jagung, petani punya ternak sehingga tidak ada yang terbuang,” ungkap Talif.

Baca Juga  Kata Maaf dari JM—Arasy

Lebih jauh dikatakan Talif, sosialisasi ini tidak sekedar teori namun harus dipraktekan sehingga para peserta memiliki gambaran pembuatan pakan yang baik untuk ternak dari limbah pertanian. Untuk mengimbangi gizi pakan dari limbah, Ia mengingatkan peserta harus tetap menanam lamtoro dengan jarak 7 meter. Talif dalam kesempatan itu mengharapkan mahasiswa menjadi corong agar hasil sosialisasi dapat dicurahkan kepada masyarakat sembari menunggu program tersebut diintensifkan secara besar-besaran pada 2018 mendatang.

Sementara di lokasi sosialisasi, dilaksanakan praktik pengolahan pakan oleh tim Pengawas Mutu Pakan Dinas Peternakan. Demo training terkait penggunaan dan pemanfaatan limbah pakan dari sumber jagung dan beberapa hasil olahan lainnya khususnya dari ternak untuk pupuk organik baik padat maupun cair. Demo dimulai dari pengolahan limbah jerami, limbah jagung, dan pembuatan pupuk kandang yang melibatkan masyarakat.

Wakil BPD Desa Songkar, Dedi Supardi mengakui kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan masyarakat untuk pemanfaatan dan pengelolaan pakan. Selama ini masyarakatnya memberi pakan ternak hanya berupa jerami. “Selama ini kami hanya memberi pakan ternak yang saya sebut MKLG yaitu Makan Kenyang Lapar Gizi. Dengan adanya kegiatan ini kita dapat mengetahui pakan-pakan bernutrisi yang akan diberikan kepada ternak,” ujar lulusan Sekolah Perikanan tersebut. (JEN/SR)

iklan bapenda