Mahasiswa UTS Latih Masyarakat Kukin Kelola Limbah Jadi Pakan dan Pupuk

oleh -8 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (30/07/2017)

Potensi limbah pertanian dan limbah ternak di Desa Kukin Kecamatan Moyo Hilir cukup besar. Namun limbah tersebut dibuang dan cenderung mencemari lingkungan. Hal ini yang menjadi perhatian mahasiswa Kelompok KKN 17 Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) bagaimana limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat. Selain menghasilkan produk dan mengatasi pencemaran, limbah ini dapat menjadi solusi untuk meminimalisir penggunaan pupuk kimia yang selama ini dimanfaatkan petani Kukin. Karena itu mahasiswa tersebut menjalin kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa untuk menggelar pelatihan bagi masyarakat setempat khususnya kelompok tani dan kelompok ternak, belum lama ini. Pelatihan tersebut bertemakan “Pemanfaatan Limbah Hasil Pertanian dan Limbah Ternak Menjadi Pakan Ternak dan menjadi Pupuk Padat Guna Meningkatkan Penggunaan Pakan yang Berkelanjutan serta Meminimalisir Penggunaan Pupuk Kimia”. Tujuannya agar masyarakat Desa Kukin (kelompok tani dan kelompok ternak) dapat memahami secara praktis tentang potensi, peluang dan cara mengelola limbah hasil pertanian dan limbah ternak. Selain itu memahami cara pembuatan pakan dan pupuk organik, membantu memecahkan masalah limbah hasil pertanian dan peternakan di Desa Kukin, serta memberikan pengajaran dan pelatihan mengenai prinsip pengolahan limbah hasil pertanian dan peternakan. Pelatihan ini juga membantu membentuk wirausaha bagi kelompok tani dan kelompok ternak di Desa Kukin berbasis pemanfaatan limbah hasil pertanian dan peternakan. Pelatihan ini merupakan kerjasama kelompok KKN 17 Universitas Teknologi Sumbawa (UTS)  dengan Dinas Peternakan Sumbawa.

Menurut Kepala DPKH, Ir Talifuddin M.Si, limbah hasil pertanian dan peternakan memiliki potensi sebagai komoditas bernilai jika dikelola dengan baik. Di antaranya limbah hasil pertanian seperti jagung dan jerami dapat dikelola menjadi pakan yang dapat digunakan pada musim kemarau serta limbah ternak yang dikelola menjadi pupuk padat guna meminimalisir penggunaan pupuk anorganik (pupuk kimia) yang cenderung merusak lahan pertanian secara perlahan. “Dengan diadakan pelatihan ini diharapkan mampu memberi solusi terhadap permasalahan limbah hasil pertanian dan peternakan di Desa Kukin,” kata mantan Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa ini.

Baca Juga  Ramadhan Momentum Meningkatkan Kualitas Iman dan Ketaqwaan

Untuk diketahui, pelatihan ini diurai berbagai materi. Di antaranya pengolahan limbah hasil pertanian berupa jagung menjadi pakan ternak dengan menggunakan campuran dedak dan MA 11. Kemudian pemanfaatan jerami sebagai pakan terna menggunakan campuran starbio, serta pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik dengan campuran MA 11. Selain materi tersebut, Dinas peternakan juga mensosialisasikan mengenai Inseminasi Buatan (IB) kepada masyarakat Desa Kukin. Selama pelatihan berlangsung masyarakat sangat antusias mengikutinya, apalagi ketika demonstrasi cara pengelolaan limbah. Setelah diberi arahan, masyarakat mencoba secara langsung proses pembuatan pakan dan pupuk organik. (JEN/SR)

 

iklan bapenda