Tragedi “Scoopy” Berlanjut, Kini Kasus Penggelapan

oleh -34 views
Ilustrasi
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (29/07/2017)

Tragedi sepeda motor Honda Scoopy bak sinetron karena terus berlanjut dan berepisode. Semula kasus perampasan Scoopy putih EA 3189 GD, lalu muncul kasus pengrusakan kantor FIF dan kasus penganiayaan karyawan setempat oleh sekelompok orang. Ketiga kasus tersebut telah ditangani penyidik Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa. Kini pihak kepolisian setempat kembali menerima laporan baru namun masih terkait dengan Scoopy tersebut.

Adalah Junaedi (38) karyawan FIF Sumbawa mempolisikan NP (25) warga Desa Dalam Kecamatan Alas, Jumat (28/7) dengan delik penggelapan sepeda motor Scoopy EA 3189 GD. Dalam laporan yang tercatat dengan nomor LP/570/2017/SPKT Polres Sumbawa ini, disebutkan pada 7 September 2016, NP mengajukan kredit sepeda motor dengan jangka waktu 2 tahun 6 bulan dengan angsuran per bulan Rp 810.000. NP baru membayar tiga kali angsuran, setelah itu tidak pernah melakukan pembayaran. Tanpa sepengetahuan pihak FIF Sumbawa, sepeda motor tersebut dipindahtangankan kepada Sandi Farboy warga Kecamatan Utan. Saat ini penyidik Reskrim tengah memprosesnya.

Seperti diketahui, tragedi “Scoopy” ini telah menghasilkan empat laporan polisi. Bermula dari perampasan sepeda motor (sesuai laporan Sandi Farboy). Ketika itu Sandi (31) warga Dusun Panyengar Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, melintas di Lapangan Rhee Kecamatan Rhee mengendarai Honda Scoopy warna putih EA 3189 GD, Kamis (27/7) sekitar pukul 13.30 Wita. Tanpa diduga dihentikan orang tak dikenal dan langsung meminta surat kendaraan (STNK). Selain itu orang tersebut mengambil kunci sepeda motornya. Tak lama teman pelaku datang membawa sepeda motor itu. Aksi perampasan sepeda motor Honda Scoopy itu berbuntut. Sekelompok orang datang mengamuk di Kantor FIF Group Sumbawa, Kamis (27/7) sekitar pukul 16.00 Wita. Massa yang datang menggunakan kendaraan L300 dan dilengkapi senjata tajam ini langsung beraksi menghajar Semaila (26) karyawan setempat yang baru pulang dari kegiatan penarikan sepeda motor Scoopy dari tangan konsumen. Ketika itu korban yang duduk di depan kantor dihakimi sehingga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Baca Juga  Kapolres dan Dandim 1614 Dompu Serentak Salurkan Hewan Qurban di Masjid Miftahul Jannah

Tak hanya itu massa juga merusak kaca pintu kantor dan mengambil helm karyawan kemudian melemparkannya ke arah kantor FIF. Selanjutnya Honda Scoopy yang baru saja ditarik dari konsumen dan terparkir di depan kantor dalam keadaan stang terkunci diangkut ke mobil pick up langsung meluncur meninggalkan TKP. (JEN/SR)

iklan bapenda