Ibu Bayi Akui Melakukan Aborsi Dibantu Sang Paman

oleh -3 views
Orok bayi hasil aborsi
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (29/07/2017)

Penyidik Polsek Plampang terus mendalami kasus penemuan orok bayi di lahan Peliuk Kokar Jontal, Desa Sepayung. Setelah sempat tutup mulut, akhirnya ibu bayi, RN (18) mengakui jika bayi yang dikubur itu adalah hasil aborsi. Selain itu di hadapan Kanit Reskrim setempat, Bripka Suhadi, RN juga mengaku dalam proses aborsi dia dibantu sang paman, AG. “Awalnya dia berbelit-belit, setelah didesak akhirnya mengaku juga,” kata Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan kepada SAMAWAREA, Sabtu (29/7).

Sebelum melakukan aborsi, ungkap Kapolsek, RN meminum tablet penggugur kandungan dan diminum sebanyak 2 tablet. Obat itu diperoleh atas usaha AG. Sementara AG mengakui hal itu. AG memperoleh tablet penggugur kandungan dengan membelinya seharga Rp 500 ribu. “Pengembangan penyidikan terus kami lakukan agar semuanya menjadi jelas dan tuntas,” demikian Kapolsek.

RN–ibu bayi (tanda panah merah) saat sedang dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Plampang

Seperti diberitakan, masyarakat Desa Sepayung Kecamatan Plampang, heboh. Sebuah gundukan berbentuk kuburan kecil ditemukan di sebuah lahan Peliuk Kokar Jontal dalam kondisi dikerubungi lalat, Kamis (27/7) siang. Karena curiga ada yang tidak beres terkubur di lahan milik RSM, warga melaporkannya ke Polsek Plampang. Saat itu juga Polsek langsung berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa serta Tim Medis Puskesmas Plampang guna melakukan pembongkaran, olah TKP dan identifikasi. Saat dibongkar ternyata di dalamnya terdapat jasad bayi. Ikut menyaksikan pembongkaran itu Sekdes Sepayung, Sutrisno, Ketua BPD Sukriman, dan puluhan warga. Selanjutnya jasad yang sudah hancur yang ditutupi kain putih dan pakaian yang diduga milik orang tua bayi ini, dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sumbawa, dan Tim Medis Puskesmas Plampang. Diperkirakan orok bayi ini berumur 5—6 bulan. Karena dalam kondisi hancur, jenis kelamin bayi sulit diidentifikasi. Setelah melakukan pembokaran kuburan tersebut, mayat bayi ini kembali di kubur. Prosesi penguburan dilakukan di TPU Desa Sepayung Kecamatan Plampang. Polisi pun mulai melakukan penyelidikan. Dalam waktu singkat berhasil mengungkap dan menangkap ibu sang bayi (RN) dan pamannya berinisial AG yang membantu dalam proses penguburan. Selanjutnya ayah biologis bayi berinisial MD juga ditangkap. Ketiganya diringkus di wilayah Kecamatan Empang. Pada hari yang sama polisi juga mengamankan pemilik lahan ditemukannya kuburan bayi itu. Dia adalah RSM—bibi dari ibu bayi tersebut. (BUR/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Kasi Intel Kejari Sumbawa Diganti