Rudi Mbojo: Jadikan 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Pijakan

oleh -1 views
bankntb

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Padasuka Kecamatan Lunyuk

SUMBAWA BESAR, SR (27/07/2017)

Anggota MPR RI, H. Muhammad Syafruddin ST MM disambut hangat masyarakat Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Selasa (25/7) kemarin. Kehadiran legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) tepatnya di Desa Padasuka ini, dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan yang diikuti sangat antusias oleh ratusan masyarakat setempat berjalan sukses. Tidak sedikit dari mereka yang meminta untuk berfoto dengan politisi yang dikenal dekat dengan kalangan petani ini.

Dalam sosialisasi tersebut, Rudy Mbojo—demikian sapaan populer tokoh yang juga anggota DPR RI Dapil NTB ini menyebutkan, empat pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar ini hendaknya dijadikan pijakan dalam berbangsa dan bernegara setiap warga negara termasuk dalam melaksanakan kehidupannya.

Pilar pertama, Pancasila. Ini merupakan dasar negara dan ideologi bangsa, jelas mengatur tentang nilai berkebangsaan dan dasar bernegara serta kerukunan sebagai warga negara. Ketika memahami Pancasila, tidak akan muncul paham radikal, teror maupun paham-paham lain yang dapat mengganggu stabilitas negara. Pancasila dinilai memenuhi syarat sebagai pilar bagi Negara Indonesia yang pluralistik dan cukup luas dan besar ini. Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan negara dan bangsa Indonesia. Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung konsep dasar yang terdapat pada segala agama dan keyakinan yang dipeluk atau dianut oleh rakyat Indonesia. Demikian juga dengan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, merupakan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Manusia didudukkan sesuai dengan harkat dan martabatnya, tidak hanya setara, tetapi juga secara adil dan beradab. Pancasila menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, namun dalam implementasinya dilaksanakan dengan bersendi pada hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sedang kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kesejahteraan perorangan atau golongan.

Baca Juga  Pura-pura Gila, Maling Motor di Dompu Tertangkap di Plampang

Pilar kedua, UUD Negara Republik Indonesia 1945. Merupakan konstitusi negara serta ketetapan MPR. Artinya segala urusan warga mulai dari membuka hingga menutup mata diatur oleh undang-undang dengan tujuan untuk mencapai keadilan dan kemakmuran bagi seluruh warga negara. “UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ini telah 4 kali diamandemen yaitu tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002 dengan maksud menambah atau merubah yang disesuaikan dengan kondisi bangsa saat ini,” jelas Rudy Mbojo.

Selanjutnya Pilar Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan bentuk negara. NKRI telah dijelaskan dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 1 dan ketentuannya disebutkan dalam pasal 18 ayat 1. NKRI merupakan negara persatuan yang mengatasi paham perseorangan ataupun golongan yang menjamin segala warga negara bersamaan kedudukan di hadapan hukum dan pemerintahan dengan tanpa terkecuali. Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, kepentingan individu diakui secara seimbang dengan kepentingan bersama. Negara persatuan mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dalam wadah NKRI.
Dalam konteks negara, Indonesia adalah negara kesatuan. Namun, di dalamnya terselenggara suatu mekanisme yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya keragaman antardaerah di seluruh tanah air. Kekayaan alam dan budaya antardaerah tidak boleh diseragamkan dalam struktur NKRI. Dengan kata lain, NKRI diselenggarakan dengan jaminan otonomi seluas-luasnya kepada daerah-daerah untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kekayaan yang dimilikinya dengan dukungan dan bantuan yang diberikan pemerintah pusat.

Baca Juga  Dua Oknum Polisi Terjaring Razia

Terakhir, putra kelahiran Bima ini juga menjelaskan pilar keempat yakni Bhineka Tunggal Ika yang merupakan semboyan negara. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Semboyan ini hendaknya dijadikan acuan untuk membangun negeri serta semangat agar tujuan dan cita-cita bangsa tercapai dengan cepat.

Sementara itu, Kades Padasuka Kecamatan Lunyuk, Mahdi, mengaku senang dengan kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan, terlebih lagi langsung disampaikan oleh pakarnya, H Muhammad Syafruddin ST MM yang merupakan Anggota MPR sekaligus DPR RI dari Fraksi PAN. Melalui sosialisasi ini masyarakatnya memiliki pengetahuan dan wawasan kebangsaan terutama mengenai empat pilar tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini terus digalakkan mengingat kondisi bangsa dan nilai-nilai kebangsaan semakin tergerus akibat pemahaman yang berkurang, disamping semangat kebangsaan masyarakat yang kian kendor. (JEN/SR)

 

iklan bapenda