Giliran Ayah Bayi Dicokok Polisi

oleh -0 views
MD (ayah) dan RN (ibu bayi)
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (27/07/2017)

Setelah berhasil menangkap RN (18) ibu bayi, dan AG—orang yang menguburkan bayi, anggota Polsek Plampang juga meringkus MD (27). MD adalah orang yang menghamili RN. Ironisnya MD merupakan paman dari RN (ibu bayi) tersebut.

amdal

Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Kamis sore tadi, mengatakan, sudah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penemuan jasad bayi tersebut. Mereka adalah RN (ibu bayi), AG (kakak RN yang membantu menguburkan bayi) dan MD (ayah bayi). MD ditangkap di arena Karapan Kerbau wilayah Desa Boal Kecamatan Empang, tadi sore sekitar pukul 16.30 Wita.

Kuburan bayi saat dibongkar polisi

Dalam pemeriksaan, ungkap IPTU Sarjan, MD mengakui pernah berhubungan badan dengan RN (ibu bayi) sebanyak 5 kali dalam waktu yang berbeda. Tapi MD mengaku tidak mengetahui jika akibat hubungan badan itu RN hamil. Sebab sekitar 4 bulan lalu, MD tidak pernah berkomunikasi lagi dengan RN. “Saat ini ketiganya diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kapolsek.

Seperti diberitakan, masyarakat Desa Sepayung Kecamatan Plampang, heboh. Sebuah gundukan berbentuk kuburan kecil ditemukan di sebuah lahan Peliuk Kokar Jontal dalam kondisi dikerubungi lalat, Kamis (27/7) siang tadi. Karena curiga ada yang tidak beres terkubur di di lahan milik RSM, warga melaporkannya ke Polsek Plampang. Saat itu juga Polsek langsung berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa serta Tim Medis Puskesmas Plampang guna melakukan pembongkaran, olah TKP dan identifikasi. Saat dibongkar ternyata di dalamnya terdapat jasad bayi. Ikut menyaksikan pembongkaran itu Sekdes Sepayung, Sutrisno, Ketua BPD Sukriman, dan puluhan warga. Selanjutnya jasad yang sudah hancur yang ditutupi kain putih dan pakaian yang diduga milik orang tua bayi ini, dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sumbawa, dan Tim Medis Puskesmas Plampang. Diperkirakan orok bayi ini berumur 5—6 bulan. Karena dalam kondisi hancur, jenis kelamin bayi sulit diidentifikasi. Setelah melakukan pembokaran kuburan tersebut, mayat bayi ini kembali di kubur. Prosesi penguburan dilakukan di TPU Desa Sepayung Kecamatan Plampang. (BUR/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  Polindes Maman Dibobol Maling, Gondol Obat dan Jarum Suntik