Doktor Zul: Masa Depan Telekomunikasi Ada di BCC

oleh -11 views
Berkunjung ke PT BCC di Bandung, Doktor Zul disambut hangat Boris Syaifullah CEO BCC
bankntb

BANDUNG, SR (27/07/2017)

PT BorSya Cipta Communica (BCC) di Kopo Bizza Bandung kedatangan tamu istimewa, Kamis (27/7). Adalah Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Anggota DPR RI putra daerah NTB. BCC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi khususnya industry fiber optic. Lahirnya PT BCC ini berkat tangan dingin seorang Boris Syaifullah–putra asli Sumbawa kelahiran Labuan Kuris Kecamatan Lape, dan telah menunjang perubahan besar di era digital saat ini. Kedatangan Doktor Zul—sapaan politisi yang belum lama ini tercatat menjadi salah satu dari 10 legislator terbaik nasional tersebut, disambut hangat Boris selaku CEO beserta seluruh karyawannya. Doktor Zul begitu antusias melihat bagaimana proses kerja di perusahaan yang beberapa waktu lalu mendapat penghargaan dari Direktur Utama/CEO GOC Korea ini.

amdal
Doktor Zul melihat proses kerja di BCC

Dalam kesempatan itu, Dr. Zul mengatakan bahwa masa depan telekomunikasi ada di BCC. Dr. Zul mengaku bangga bahwa perusahaan tersebut dimiliki oleh putra daerah NTB. Ia tidak pernah membayangkan bentuk perusahaan ini sebelumnya karena prosesnya begitu sederhana. Tapi setelah ditelusuri, ternyata benar-benar membutuhkan kepekaan dan konsentrasi pada saat mengerjakannya. “Kita butuh lebih banyak anak muda seperti Boris Syaifullah ini di NTB. Dengan Teknologi sederhana mampu melahirkan industri yang menyediakan banyak pekerjaan kepada orang lain,” ujar tokoh nasional yang digadang menjadi calon Gubernur NTB.

Menurut Doktor Zul, NTB harus menjadi pusat industri dan teknologi nasional, hal itu bukan sekedar mimpi dan bualan semata. NTB yang dimaksudkannya adalah NTB yang bisa menjadi wadah kondusif untuk melahirkan banyak lagi Boris Syaifullah lain yang mampu mewujudkan industri seperti ini. “Anak-anak muda NTB tak boleh jadi penonton di tengah kemajuan di daerah sendiri. Kita harus jadi pemain dan pelaku. Dan untuk menjadi pelaku dan pemain ini tidak cukup dengan debat dan berkata-kata. Ayo asah keahlian dan kemampuan. Rendah hati untuk terus belajar,” imbuhnya.

Baca Juga  Catat Sejarah, Lomba Marching Band HUT NTB Tarik Karcis

Di akhir kunjungannya Doktor Zul menginginkan agar Boris mampu berkiprah di daerah asal. Kelebihan yang dimiliki Boris diharapkan dapat ditularkan, salah satunya dengan berinvestasi di Science Technopark Sumbawa (STP) Sumbawa nanti sekaligus meresmikan keberadaan Korean Center yang diinisiasi Boris. Korean Center merupakan wadah komunikasi alumni TKI Korea di Sumbawa. Doktor Zul melihat bahwa banyak potensi yang dimiliki oleh komunitas ini, khususnya untuk menarik para investor dari negara tersebut agar berkunjung ke Sumbawa, NTB. “Semoga Korean Center ini bisa menjadi wadah perusahaan-perusahaan Korea untuk berinvestasi di tempat kita,” harapnya.

Doktor Zul, Boris Syaifullah dan Briliyan Anindya Dayfi tengah diskusi serius

Sebelumnya CEO BCC, Boris Syaifullah menceritakan setiap detail yang dia lakukan hingga kemudian perusahaan itu berdiri. Sejak menjadi TKI di Korea, dia langsung menggeluti bidang ini. Tapi hal itu tidaklah cukup, dia juga membangun banyak hal di luar aspek professional seperti bergabung dengan komunitas di sana. Sekembalinya dari Korea dengan bermodalkan kepercayaan ia mulai membesarkan salah satu perusahaan Korea yang awalnya hanya memiliki 4 karyawan di Tahun 2013, kemudian berkembang menjadi 500 lebih karyawan pada tahun 2015. Namun perusahaan didera prahara karena Boris memiliki pandangan berbeda dengan pemiliknya. Boris memilih hengkang pada tahun 2015, meninggalkan segala kemewahan yang didapatkan dari perusahaan tersebut. Alasannya karena perusahaan menginginkan untuk merumahkan sebagian besar karyawannya. Dengan tekad dan semangat yang kuat, Boris mencoba mendirikan perusahaan sendiri. (JEN/SR)

iklan bapenda