KOPMA Tunas Samawa : Generasi yang Peduli Koperasi

oleh -13 views
NURSANUDDIN
bankntb

(Studi Refleksi Hari Koperasi Indonesia Tahun 2017)

Oleh: Nursannudin (Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa)

amdal

SUMBAWA BESAR, SR (26/07/2017)

Perspektif koperasi di era saat ini masih dianggap sebagai gerakan ekonomi rakyat dan juga berperan sebagai badan usaha yang mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Menurut UU Republik Indonesia No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Koperasi adalah  suatu badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Perkoperasian saat ini memiliki banyak perspektif dari kalangan masyarakat. Salah satu yang paling banyak terdengar, bahwa saat ini koperasi masih kalah populer dengan perbankan. Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan keadaan yang dikatakannya. Saat ini koperasilah yang banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Di Indonesia banyak masyarakat yang masih beranggapan koperasi hanya sebagai jasa keuangan berupa simpan pinjam dan lebih buruknya lagi keberadaan koperasi disamakan dengan rentenir. Padahal koperasi adalah suatu ideologi mekanisme perputaran dari permodalan yang pengelolaannya dan keuntungannya mampu dirasakan oleh seluruh pihak yang bersangkutan dengan usaha itu sendiri. Walaupun koperasi di Indonesia saat ini masih dalam tahap perkembangan, keberadaan koperasi sendiri sudah mampu mencapai kebutuhan masyarakat. Akan tetapi dalam mempertahankan eksistensi koperasi sampai saat ini tentunya tidaklah mudah. Apalagi dalam menghadapi persaingan dalam mengembangkan berbagai output dari koperasi dengan dunia luar. Dalam mengembangkan segala bentuk output yang dihasilkan oleh koperasi agar mampu bersaing perlunya sumber daya yang kuat. Dalam membangun diri koperasi menjadi koperasi yang sehat, kuat dan mandiri berdasarkan prinsip koperasi sehingga mampu berperan sebagai soko guru perekonomian nasional sangat dibutuhkan spirit dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota semata-mata dari koperasi itu sendiri.

Bagi suatu negara, koperasi tentunya memiliki peran yang sangat penting. Indonesia pun yang merupakan negara berkembang, koperasi masih memiliki peran dalam perekonomian masyarakat, yang mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan pembangunan nasional. Di Sumbawa sendiri, koperasi sudah menjadi penopang hidup dari sebagian besar masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Koperasi juga merupakan salah satu badan penggerak ekonomi masyarakat yang memiliki banyak cabang atau jaringan hingga ke pelosok desa. Berdasarkan data dari Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, hingga saat ini jumlah koperasi di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa tercatat sebanyak 385 unit. Dari jumlah ini, koperasi aktif per-8 Maret 2016 sebanyak 197 unit, sedangkan 188 tidak aktif.

Baca Juga  Sukses, MPR Goes To Campus di UNSA

Saat ini, Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Tunas Samawa dengan No. Badan Hukum 38/BH/XXVIII.7/VIII/2009 tertanggal pada 10 Agustus 2009 merupakan satu-satunya Koperasi Mahasiswa yang merupakan jenis koperasi konsumsi yang ada di Kabupaten Sumbawa dari 385 unit koperasi. Koperasi mahasiswa ini sudah berjalan selama 6 tahun. Koperasi Mahasiswa Tunas Samawa yang berlokasi di Jalan By pass Sering Kampus Utama Universitas Samawa Sumbawa Besar merupakan unit I-nya, sudah mampu memberikan gambaran sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan, KOPMA Tunas Samawa telah berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran baik anggotanya maupun masyarakat. Dan yang menjadi nilai tambahan, KOPMA Tunas Samawa memiliki sumber daya manusia muda yang peduli akan keberadaan koperasi. Selama perkembangannya, tentunya KOPMA Tunas Samawa memiliki banyak tantangan dalam bersaing dengan lembaga-lembaga lainnya seperti adanya perbankan yang menjadi saingan perkoperasian.

Perwakilan Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, Ny Witantri dalam sambutannya melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) KOPMA Tunas Samawa 31 Januari 2017 lalu mengungkapkan bahwa, KOPMA Tunas Samawa merupakan satu-satunya Koperasi Mahasiswa yang berdiri di Kabupaten Sumbawa yang sampai saat ini tergolong sebagai koperasi aktif dan sehat. Dan juga, KOPMA Tunas Samawa sudah mampu menyaingi koperasi-koperasi lain baik koperasi produksi, konsumsi, simpan pinjam maupun serba usaha yang terdapat di kabupaten/kota Sumbawa ini. Pernyataan tersebut terbukti dengan adanya pendirian Kopma Tunas Samawa Unit II yang berada di Jl. Yos Sudarso No. 39 (kampus pertama UNSA). Sebagai salah satu koperasi mahasiswa tentunya mereka memiliki perbedaan yang mendasar dari koperasi lainnya. Selain sebagai koperasi konsumsi, KOPMA Tunas Samawa memiliki salah  satu sumber yang mampu membuatnya berkembang lebih baik lagi.

Partisipasi anggota yang sampai saat ini merupakan salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki oleh KOPMA Tunas Samawa masih terbilang sangat aktif. Mengapa tidak ? Anggota yang dimiliki oleh KOPMA Tunas Samawa merupakan sebagian besar para mahasiswa yang saat ini masih duduk di bangku kuliah Universitas Samawa. Partisipasi dari keanggotaan koperasi, juga didorong dengan adanya pendidikan koperasi yang diterima oleh mahasiswa sampai saat ini. Dengan adanya pendidikan perkoperasian, generasi muda tentunya akan lebih memahami arti penting dari adanya koperasi. Sehingga mereka sebagai generasi muda mampu membangun dan mendirikan koperasi yang sesuai dengan UU. Melalui penerapan dari adanya pendidikan perkoperasian mahasiswa akan mampu mengimplementasikan peran diri mahasiswa sebagai anggota dalam kehidupan berkoperasi guna memperkuat dan mempertahankan eksistensi koperasi mahasiswa Tunas Samawa ini. Perlu disadari bahwa kemampuan SDM koperasi merupakan kunci sukses organisasi dan usaha koperasi. Hal ini sudah mampu terealisasikan oleh KOPMA Tunas Samawa, dimana dalam 2 tahun telah membentuk program tahunan dalam rapat anggota tahunannya yang merupakan program beasiswa yang diberikan terhadap anggota koperasi yang membutuhkan. Hal ini terwujud dengan adanya kerja keras dari segala unsur keorganisasian KOPMA Tunas Samawa terutama generasi muda anggota koperasi dalam membangun citra baik dari KOPMA Tunas Samawa.

Baca Juga  Kantor Pengelolaan KTM Tak Berfungsi

Karena itulah pendidikan harus terus dilaksanakan sesuai dengan perkembangan Iptek dan kebutuhan koperasi. Karena dengan adanya penerapan pendidikan perkoperasian yang ditanamkan dalam organisasi koperasi khususnya para keanggotaan koperasi akan mampu menghasilkan generasi muda yang peduli akan koperasi seperti halnya Koperasi Mahasiswa Tunas Samawa. Sehingga akan mampu meningkatkan perkembangan perkoperasian di wilayah Sumbawa maupun Indonesia. Hal ini mengingat koperasi menjadi soko guru perekonomian Indonesia. Peran dari pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini. Karena berbagai perkembangan yang dibutuhkan oleh masyarakat atau mahasiswa Universitas Samawa tentunya sangat membutuhkan dorongan dari pemerintah dalam membangun koperasi yang sesungguhnya dan mampu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Peran serta dan kontribusi para generasi muda untuk dapat bersatu dan bekerjasama memajukan koperasi di Indonesia khususnya Sumbawa bisa dikatakan prioritas utama. Hal ini berkaitan dengan akan tumbuhnya inovasi dalam mengembangkan koperasi. Dan melalui koperasi, sebagian perekonomian masyarakat juga terpenuhi. Di samping itu, dapat mengurangi mayarakat yang melakukan pinjaman uang atau modal ke lintah darat. Dengan begitu, perekonomian Sumbawa pun akan menjadi maju. Karena itu, peran generasi muda sangatlah berpengaruh. Dengan generasi muda yang peduli, aktif, tanggap, kreatif dan inovatif, koperasi di Sumbawa dapat ikut serta memajukan dan mensejahterakan rakyat Indonesia. (*)

iklan bapenda