Banding, Hukuman 3 Terdakwa Kasus Bank NTB Bertambah Berat

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (23/07/2017)

Hukuman yang bakal yang dijalani tiga terdakwa kasus korupsi di Bank NTB Cabang Sumbawa, bertambah berat. Pasalnya, putusan banding Pengadilan Tinggi Mataram adalah 4 tahun penjara untuk tiga terdakwa yakni MAR (mantan pimpinan Bank NTB Sumbawa), MAB (mantan Wakil Pimpinan) dan SN (mantan Penyelia Administrasi Kredit). Sebelumnya Pengadilan Tipikor Mataram menjatuhkan vonis masing-masing 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta untuk tiga terdakwa tersebut.

Kajari Sumbawa, Paryono SH MH didampingi para Kasi, Sabtu (22/7) kemarin, mengakui telah mendapat bocoran putusan banding di Pengadilan Tinggi Mataram terkait kasus korupsi Bank NTB Sumbawa. Masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman 4 tahun penjara yang artinya conform dengan tuntutan JPU. Diakui Kajari, sebelumnya pihaknya mengajukan banding karena tidak terima dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram yang menjatuhkan hukuman hanya 2 tahun penjara kepada para terdakwa. Sebab putusan itu dinilai lebih rendah dari tuntutannya. “Akhirnya putusannya sama dengan tuntutan kami selaku JPU,” kata Kajari.

Terhadap putusan banding ini, majelis hakim sudah memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk bersikap apakah menerima atau mengajukan Kasasi. “Kita tunggu saja bagaimana sikap para terdakwa,” ujar Kajari.

Seperti diberitakan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram menjatuhkan putusan masing-masing dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta kepada tiga mantan pejabat Bank NTB Cabang Sumbawa itu. Putusan ini lebih rendah dua tahun dari tuntutan jaksa. JPU menuntut para terdakwa 4 tahun penjara dan membayar denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara. Kasus kredit bermasalah Bank NTB Tahun 2007 lalu mulai ditangani polisi awal 2015 lalu. Bermula dari pemberian kredit kepada 151 karyawan PTNNT senilai total Rp 7,5 miliar atau berkisar Rp 50 juta per orang. Namun dalam pencairan kredit disinyalir tidak sesuai prosedur yaitu dilakukan secara langsung tanpa ada pengecekan lapangan dan jaminan dari kreditur. Dari hasil penyelidikan polisi menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya sempat ditahan namun ditangguhkan menyusul adanya permohonan dan jaminan yang diatur dalam ketentuan KUHAP. Sejak pelimpahan penanganan dari penyidik kepolisian Polres Sumbawa ke kejaksaan, ketiganya dikenakan tahanan kota. Akibat perbuatan ketiganya, negara dirugikan Rp 2.388.963.150 (Rp 2,38 M) berdasarkan hasil perhitungan BPKP NTB. (JEN/SR)

 

Baca Juga  2016, BPN Sumbawa Barat Perluas Layanan Online di 25 Desa

 

iklan bapenda