Sukseskan PLS, SMANDA Gandeng Fakultas Psikologi UTS

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (20/07/2017)

Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) siswa baru SMAN 2 Sumbawa (SMANDA) berlangsung sukses. Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, sekolah favorit di Kabupaten Sumbawa ini menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) khusus untuk Adolesence Character Building (ACB). Puncak dari kegiatan ini digelar seminar dengan tema “Kepemimpinan”. Bertempat di Aula SMAN 2 Sumbawa, Rabu (19/7), hadir sebagai narasumber Bupati Sumbawa dua periode (2005—2010) Drs. H. Jamaluddin Malik, Rektor UTS Dr. Andy Tirta dan Ketua KNPI Sumbawa, Alwan Hidayat S.Pd.I.

amdal

Kepala Sekolah setempat Drs. H. M Tahir M.Pd mengaku bangga karena kegiatan tersebut dihadiri sosok yang patut menjadi contoh. Tokoh yang menjadi narasumber ini merupakan contoh konkrit sebagai acuan bagi siswa-siswi baru SMANDA untuk terus memacu kreatifitas dan aktivitas yang nantinya menjadikan mereka sebagai tokoh pemimpin selanjutnya. “Tujuan mengundang berbagai pihak dalam rangka memberikan motivasi dan membangun kapasitas siswa agar menjadi orang-orang sukses di masa depan,” kata Haji Tahir saat membuka seminar tersebut.

Drs. H. Jamaluddin Malik dalam penyampaian materinya meminta para siswa mampu berprestasi lebih dari orang-orang sebelumnya, mengingat berbagai fasilitas yang sudah disediakan orang tua. JM—sapaan singkatnya juga mengingatkan siswa untuk tidak merasa menjadi orang pintar apalagi paling pintar karena itu adalah ciri orang-orang bodoh. Menurutnya setiap orang diharuskan untuk terus belajar. “Seharusnya ketika mendapat fasilitas dari orang tua kita, maka prestasi harus lebih bagus. Harus berbanding lurus,” ujarnya.

Baca Juga  Rintihan Siswa Sekolah Terpencil Adalah Fakta, Bupati: Harus Diwujudkan

JM juga mengutarakan agar siswa-siswa tidak selamanya bermimpi menjadi pegawai. Ia mengharapkan siswa mampu melihat potensi lain untuk dikembangkan dalam diri mereka. “Jangan bercita-cita jadi pegawai, jika ada pegawai yang kaya sebagian hartanya itu harus dipertanyakan asalnya. Karena itu, jadilah hartawan dan selanjutnya dermawan,” imbuhnya.

Rektor UTS Andy Tirta juga memberikan pengertian bahwa kepemimpinan itu adalah kepedulian. Untuk itu, ia mengharapkan siswa mampu membangun kepedulian untuk teman-temannya. Selain itu, siswa harus mampu membangun visi sedini mungkin, menumbuhkan inspirasi, semangat, dan keinginan untuk bekerja. “Masa paling indah dalam hidup adalah masa SMA. Manfaatkan waktu itu untuk pengembangan diri,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Psikologi UTS, Yossy Dwi Erliana menjelaskan, kegiatan ACB yang dilaksanakan bersamaan dengan PLS tersebut bertujuan untuk membimbing, mendidik, dan menanamkan jiwa atau karakter pada siswa sejak awal. Hal ini mengingat masa SMP dan SMA adalah masa yang paling rentan. “Ini adalah program pertama di sekolah sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan sebagai bentuk kepedulian Fakultas Psikologi terhadap permasalahan remaja yang banyak terjadi,” terangnya.

Dampak lain yang diharapkan dari kegiatan tersebut, tambah Yossy, nantinya siswa dalam menjalin komunikasi, bergaul, belajar, dan bersikap dapat menanamkan etika dan budi pekerti. Dengan etika dan mengetahui cara bersikap dalam berkomunikasi akan membuat semuanya lebih nyaman dan tidak ada yang tersakiti.

Baca Juga  Mahasiswa UNSA ke Pomnas XV di Makassar

Sementara Ketua KNPI Sumbawa, Alwan Hidayat S.Pd.I, mengatakan bahwa generasi muda adalah aset mahal sebuah peradaban. Kualitas generasi muda hari ini, berpengaruh besar terhadap peradaban suatu bangsa di masa mendatang. Karena pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Merekalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan kedepan. Maka tidaklah mengherankan, jika generasi muda mendapat perhatian khusus dari waktu ke waktu karena strategisnya peran mereka. Generasi muda memiliki energi besar yang jika diarahkan ke arah positif akan mampu memberikan kontribusi luar biasa pada bangsa ini. Soekarno pernah berkata “Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan mencabut Himalaya hingga keakar akarnya, tapi berikan aku 10 pemuda yang cinta tanah air maka akan ku guncang dunia”. “Untuk itu remaja saat ini jangan layu sebelum berkembang, jadilah generasi emas di masa mendatang,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda