Saling Lapor, Suami Hajar Istri, Istri Nyaris Bakar Suami

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (18/07/2017)

Rumah tangga DRS (31) dan MY (35) bagaikan telur di ujung tanduk. Pasangan suami istri ini mulai tidak harmonis setelah keduanya saling lapor polisi. Sebelumnya Senin (17/7), DRS mempolisikan suaminya karena menghajarnya hingga babak belur.

amdal

Informasi yang diperoleh SAMAWAREA dari Sub Bagian Humas Polres Sumbawa menyebutkan, penganiayaan itu terjadi di rumah keduanya.. Berdasarkan laporan DRS yang tercatat dengan nomor LP/536/VII/2017/SPKT Polres Sumbawa ini, penganiayaan terjadi dua kali, pertama pada Sabtu (15/7) lalu. Saat itu DRS mendapati suaminya (MY) sering berkomunikasi dengan perempuan lain via handphone (HP). Keduanya pun cekcok. MY—yang merupakan karyawan BUMN inipun emosi lalu menjambak dan membanting DRS ke lantai. Selain itu MY mencekik dan membekap mulut DRS. Akibatnya mulut DRS berdarah. Senin (17/7) penganiayaan itu kembali terulang yang juga diawali dengan cekcok mulut. MY kembali mencekik dan menjambak istrinya kemudian kepalanya dibenturkan ke tembok. Akibatnya DRS mengalami memar di bagian kening sebelah kanan.

Nyaris Dibakar dan Diserang Pakai Parang

Namun MY lapor balik dengan mempolisikan istrinya, DRS. Hal ini terbukti dengan laporan bernomor LP/359/VII/2017/SPKT Polres Sumbawa dengan delik Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Menurut versi MY, saat itu Sabtu (15/7) dia pergi berbelanja bersama anaknya sekitar pukul 22.00 Wita. MY pulang melihat istrinya memegang sebotol minyak tanah dengan sebuah korek api. Seketika minyak tanah itu disiramkan ke arahnya dan hendak membakarnya. Situasi itu membuat MY panik lalu menarik istrinya (DRS) lalu merampas korek api. Tidak sampai di situ saja, istrinya mengambil parang di dapur dan langsung menyerangnya. Akibatnya MY mengalami luka di bagian perut dan di atas ketika tergores senjata tajam tersebut.

Baca Juga  Antisipasi Paham Radikalisme di KSB, BGI Gelar Dialog Kebangsaan

Kini laporan suami dan istri tersebut telah ditangani penyidik Unit PPA Reskrim Polres Sumbawa. Untuk membuktikan mana yang benar, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi termasuk meminta keterangan keduanya. (JEN/SR)

iklan bapenda