Oknum Security Pegadaian Terancam Pasal Hukuman Mati

oleh -4 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (18/07/2017)

KH alias Her–oknum Security Pegadaian, terancam hukuman mati. Pasalnya, warga yang tinggal di Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa ini merupakan pengedar narkoba setelah tertangkap dengan barang bukti lebih dari 1 ons atau 115 gram narkotika jenis shabu-shabu.

amdal

Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Senin (17/7), mengakui hal itu. Perbuatan tersangka ini, dijerat UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pasal 112 karena perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman lebih dari 5 gram pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling banyak Rp 8 miliar. Selain itu tersangka dapat juga dijerat pasal 114 dengan ancaman pidana mati, atau penjara seumur hidup.

Dalam pemeriksaan, ungkap Kapolres, tersangka ini telah mengkonsumsi narkoba sejak dua tahun lalu. Kemudian mencoba menjual narkoba yang hasilnya digunakan untuk membeli narkoba yang dikonsumsi sendiri. Setelah kenal dengan jaringan narkoba korban mulai berbisnis, dengan modal kepercayaan. Barang dikirim dan dijual, hasilnya baru disetor. Dari 1 gram korban menjual Rp 1,6 juta dari harga modal Rp 1,4 juta, sehingga setiap satu gram memperoleh keuntungan Rp 200 ribu. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku menjual barang haram itu di sekitar kecamatan Alas dan Utan. Namun menurut tersangka, dia tidak menjual narkoba tersebut kepada para pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga  Front Masyarakat Desa Usar Segel Kantor Desa

Mengenai 115 gram shabu yang diamankan polisi ini, tersangka mengaku diperoleh dari luar daerah tepatnya di Batam. Namun ini dari suplayer yang berbeda dari sebelumnya. Tersangka juga mengaku baru sekali ini mendapat kiriman dalam partai besar yaitu lebih dari 100 gram. Mengenai jasa pengiriman, tersangka mengaku tidak mengetahuinya, karena barang itu diantar kurir dan diletakkan di pintu. Setelah kurir beranjak, baru dia dihubungi via telepon. Kendati demikian, kata Kapolres, pengakuan tersangka akan terus didalami. Mengingat pengungkapan ini yang terbesar di wilayah hukum Polda NTB. (JEN/SR)

iklan bapenda