Semiloka KAT di Sumbawa untuk Menyamakan Persepsi

oleh -8 views
Kadis Sosial Sumbawa, Tri Karyati S.Sos
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (17/07/2017)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa menggelar Semiloka Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Cendrawasih Sumbawa, Senin (17/7) ini bertujuan untuk mewujudkan persepsi yang sama diantara berbagai pihak baik regulasi maupun Program Komunitas Adat Terpencil (KAT), baik pada tahap persiapan pemberdayaan, pelaksanaan pemberdayaan dan hasil penjajakan awal serta study kelayakan.

amdal

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Tri Karyati, S.Sos dalam laporannya menyampaikan, sejalan dengan pasal 12 ayat 2 Peraturan Presiden No. 186 Tahun 2014 tentang Pemberdayaan Sosial Terhadap Komunitas Adat Terpencil (KAT) dijelaskan bahwa “wewenang pemerintah dalam kegiatan persiapan pemberdayaan komunitas adat terpencil (KAT) adalah melakukan kegiatan Pemetaan Sosial (PS), Penjajakan Awal (PA), Study Kelayakan (SK), dan Semiloka Daerah”. Karena itu dalam Semiloka Daerah dipaparkan hasil penjajakan awal dan study kelayakan di Dusun Panco Desa Mata Kecamatan Tarano serta pemaparan berbagai materi program dan informasi tentang komunitas adat terpencil oleh narasumber dari Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi NTB, Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, dan dari Universitas Mataram selaku Ketua Tim PA dan SK. “Kami ingin mewujudkan persepsi yang sama di antara berbagai pihak baik regulasi maupun program komunitas adat terpencil, guna mewujudkan sinergitas program anggota Pokja KAT Kabupaten Sumbawa dalam bentuk rekomendasi dan komitmen tertulis SKPD dalam mendukung program KAT baik pada tahap persiapan pemberdayaan maupun pelaksanaan pemberdayaan,” jelasnya.

Baca Juga  Didatangi Gubernur, Air Asia Siap Dukung MotoGP Mandalika Lombok
(Ilustrasi) Komunitas Adat Terpencil

Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan, Ir. A Yani yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa masyarakat terasing yang umum dialami oleh KAT merupakan sebagian dari masalah sosial di Indonesia. Mereka dianggap sebagai suatu permasalahan sosial karena dengan keterasingan dan keterbelakangannya akan membuat mereka menjadi kelompok masyarakat yang rawan sosial, yaitu keadaan kelabilan atau ketidakmantapan sosial politik dari masyarakat karena keterasingan dan keterbelakangannya sehingga memunculkan permasalahan sosial. KAT pada umumnya menghadapi berbagai keterbatasan untuk hidup layak dan manusiawi. Tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, mengakses pelayanan-pelayanan sosial, yang menyebabkannya tidak dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan lanjut Yani. Hal tersebut tidak lepas dari lokasi yang dihuni KAT yang umumnya terletak di kawasan yang relatif masih tertinggal dibandingkan kawasan lain.

Untuk itu KAT perlu disiapkan untuk memasuki kehidupan yang layak sebagaimana dinikmati masyarakat lainnya dengan tetap mempertahankan bahkan mengembangkan kearifan asli masing-masing masyarakat adat. Tahun 2017 pemerintah telah mengalokasikan dana tugas perbantuan untuk kegiatan pemberdayaan KAT sebesar Rp 2,587 milyar. Dengan dana pendampingan dari APBD Kabupaten Sumbawa TA 2017 sebesar Rp 291 juta, sehingga melalui penyelenggaraan Semiloka, harapannya dapat menjadi langkah awal yang baik sebelum melakukan kegiatan pemberdayaan. (JEN/SR)

iklan bapenda