Masa Penahanan Habis, Direktur BPR Sumbawa Dibebaskan

oleh -15 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (17/07/2017)

Direktur BPR Sumbawa, M. Ikhwan resmi menghirup udara bebas Senin (17/7) malam ini. Ikhwan dibebaskan demi hukum menyusul masa penahanannya telah habis mengingat hingga perpanjangan ketiga, penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa belum mampu melengkapi berkas perkara sebagaimana petunjuk pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Untuk diketahui Direktur BPR Sumbawa ini telah mendekam di sel tahanan Polres Sumbawa selama 120 hari. Selama proses penyidikan sudah tiga kali bolak-balik berkas perkara dari kepolisian ke kejaksaan. Selain itu juga sudah tiga kali dilakukan perpanjangan penahanan termasuk satu kali atas ijin Pengadilan Negeri Sumbawa. Hingga masa penahanan berakhir pada 17 Juli ini, berkas perkara tersebut belum dinyatakan lengkap (P21). Sebab pasal 49 ayat (1) huruf b UU RI nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang disangkakan kepada Direktur BPR ini masih belum memenuhi persyaratan formil dan materil.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengakui berkas perkara kasus tersebut belum dinyatakan P21 hingga masa penahanannya habis. Karena itu tersangka harus dikeluarkan dari tahanan. Jika tidak maka pihaknya dapat digugat secara hukum. “Mala mini juga kami keluarkan dari tahanan,” kata Ericson—sapaan Kasat Reskrim.

Namun demikian Ericson menegaskan bahwa proses hukum kasus ini tetap berjalan. Semua petunjuk jaksa baik keterangan saksi, saksi ahli maupun barang bukti sudah dipenuhi. Pihaknya tinggal menunggu penelitian jaksa apakah apa yang telah diajukan itu sudah terpenuhi atau tidak. “Bisa saja kami bebaskan malam ini, besok berkasnya dinyatakan P21, dan tersangka bisa kami jemput kembali untuk dilimpahkan kepada pihak kejaksaan,” jelas Ericson.

Baca Juga  Wagub NTB: NTB CARE Hadir untuk Masyarakat

Hal senada dikatakan Kapolres, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT. Menurutnya, proses hukum tetap jalan. Ia sudah koordinasi dengan Kajari Sumbawa mengenai berkas perkara yang diajukan. “Dalam satu dua hari ini bisa tahap dua,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidana Umum (Pidum), Feddy Hantyo Nugroho SH, mengakui jika berkas perkara  kasus tersebut sudah dikirim pihak kepolisian, Kamis lalu, setelah tiga kali dikembalikan pihaknya. Sampai sekarang berkas itu masih diteliti untuk memastikan apakah petunjuk yang kemarin sudah dipenuhi atau tidak. “Masih kami teliti, jika belum juga terpenuhi akan dikembalikan disertai petunjuk,” demikian Feddy.  (JEN/SR)

iklan bapenda