Bupati Sumbawa Klarifikasi Isu dan Jawab Kritikan

oleh -0 views
Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (17/07/2017)

Bupati Sumbawa H. M Husni Djibril B.Sc menyampaikan pesan-pesan strategis dan memberikan klarifikasi atas beberapa isu actual yang berkembang sekaligus memberikan tanggapan terhadap berbagai kritikan terhadap jalan pemerintahan Husni—Mo. Hal itu disampaikan pada Upacara Paripurna di halaman Kantor Bupati, Senin (17/7) pagi.

amdal

Seperti musibah kebakaran yang menimpa Bala Puti atau Wisma Praja pada 11 Juli lalu. Bupati menyatakan rasa prihatin dan kehilangan yang sangat mendalam atas terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. Peristiwa ini merupakan musibah sekaligus ujian bagi kesabaran masyarakat Sumbawa. Bupati menyitir sebuah lawas (syair Sumbawa) “mana benteng olat  batu, lamin bala batarepa, nonda kuasa pang kita’’ (meskipun dibentengi bukit batu, jika bencana terjadi tidak ada kuasa pada diri kita). Bupati meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak berspekulasi terhadap penyebab kebakaran sampai pihak kepolisian menyampaikan hasil pemyelidikan yang  sedang dilaksanakan hingga saat ini.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan segera melakukan restorasi guna mengembalikan eksistensi “Bala Puti” seperti sediakala sebagai ikon kebanggaan Tau dan Tana Samawa. Untuk melaksanakan hal tersebut, Bupati meminta kepada Sekretaris Daerah untuk terus melakukan koordinasi berkaitan dengan penganggaran, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan restorasi Bala Puti. Bupati juga berharap hendaknya peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak, untuk meningkatkan kesiagaan dalam menjaga seluruh aset yang dimiliki Kabupaten Sumbawa dari berbagai macam bencana. Peralatan safety hendaknya tersedia secara memadai di berbagai fasilitas pemerintahan dan fasilitas publik lainnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati meminta agar seluruh level aparatur, mulai dari staf sampai tingkat pimpinan perangkat daerah untuk berikhtiar maksimal dalam menyelesaikan seluruh program yang menjadi otoritasnya secara tepat waktu, taat azas, dan hasil yang berkualitas. Bupati meminta kepada seluruh aparat agar dapat merespon positif harapan dan masukan dari berbagai pihak, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media. Antara lain masukan dari seorang sahabat, Drs. H. Jamaluddin Malik (JM) yang menyampaikan kritik cukup komprehensip. Bupati mengucapkan terima kasih atas kritik tersebut yang mencerminkan bahwa ada keinginan yang sama untuk terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang lebih baik.

Baca Juga  Pastikan Lansia Baik-baik Saja, Ketua PKK NTB Sambangi BSLU

Terhadap kritikan JM, Bupati menangkap beberapa pesan di antaranya, agar tidak jumawa dan menganggap jika ada keberhasilan yang diraih adalah semata-mata hanya buah dari kerja keras saat ini. Tentu saja pesan ini harus diamini, dan Bupati pun berkali-kali pada berbagai forum dan kesempatan selalu menegaskan bahwa Sumbawa saat ini adalah buah dari ikhtiar pendahulu-pendahulu termasuk kiprah Drs, H. Jamaludin Malik dan M.Jabir, SH pada periode pertama dan bersama Drs. H. Arasy Muhkan pada periode kedua. Bahkan dari saat berkampanye hingga kini menjabat sebagai Bupati, Ia tidak pernah melontarkan sekalipun pernyataan yang menyebutkan kegagalan pemerintahan sebelumnya, misalnya menyebutkan pemerintahan sebelumnya salah urus. Bahkan dalam RPJM 2016-2021 telah tegas menyebutkan bahwa visi misi yang telah ditetapkan, akan diraih dengan strategi akselerasi, sinergi dan keberlanjutan. Dalam implementasi strategi keberlanjutan jelas disebutkan bahwa Pemerintahan saat ini akan melanjutkan program-program strategis dari pemerintahan sebelumnya yang memang dibutuhkan oleh masyarakat dan daerah ini. Pesan lainnya, berkaitan dengan adanya prilaku ASN yang tidak disiplin dan sering keluyuran pada saat jam kerja. Bupati menyatakan tidak bisa menutup mata jika memang masih banyak ASN yang berprilaku tidak disiplin. Namun hari ini Bupati tidak akan memarahi para ASN, melainkan hanya meminta komitmen dan kesanggupan untuk meningkatkan disiplin pada masa-masa mendatang. Selanjutnya Bupati menghendaki semua lebih progresif dalam melaksanakan janji-janji, seperti dalam kegiatan pembangunan pasar distribusi atau pasar induk, pembangunan RSUD, Kredit Sahabat dan pembangunan jalan mantap 100 persen. Bupati pun memiliki keinginan yang sama. Dalam hal pembangunan pasar, JM menyatakan seharusnya relokasi pasar sudah dilaksanakan tahun ini. Bupati juga memiliki keinginan yang sama. Tapi ada hambatan-hambatan yang mesti dituntaskan terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan. Salah satunya, program pembangunan pasar induk yang gaungnya sudah lama terdengar ternyata belum didukung oleh dokumen perencanaan yang memadai. Bupati menjelaskan bahwa, DED Pasar Induk Karang Dima itu disusun pada tahun 2004 pada masa pemerintahan Drs, H. A. Latief Majid SH dan lebih dari 10 tahun tidak pernah dilakukan review desain. Sehingga begitu dilantik pada 17 Februari 2016, pemerintah langsung menganggarkan review DED pada APBD 2016, tapi tidak bisa tereksekusi karena gagal tender. Tahun ini diharapkan review desainnya selesai, sehingga pembangunan pasar distribusi di Karang Dima bisa dimulai pada tahun 2018. Termasuk juga akan melakukan penataan Pasar Seketeng, karena aspirasi masyarakat masih menginginkan eksistensi pasar tersebut sebagai pasar rakyat.

Baca Juga  Desember 2019 Lion Group Buka Penerbangan Langsung Lombok-Jeddah

Berkaitan dengan relokasi RSUD, ini adalah ikhtiar Pemerintah Kabupaten saat ini untuk melaksanakan program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah sebelumnya mulai dari era kepemimpinan Drs, H. A.Latif Majid, SH. Hingga era Drs. H. Jamaludin Malik. Pada era Drs. H. Jamaluddin Malik, sudah pernah bergulir isu perluasan RSUD ke SMA Negeri 1 Sumbawa, namun tidak dilaksanakan, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Sekarang ini, dengan upaya bersama, sedang berada dalam tahap merampungkan persyaratan administratif calon lokasi untuk kemudian dilanjutkan dengan kegiatan studi kelayakan.

Untuk Kredit Sahabat (Krabat) sebagai upaya membantu petani miskin dan ikhtiar menuju Sumbawa bebas rentenir, secara bertahap sudah dilakukan penyaluran melalui BUMdes. Kemudian soal pernyataan Jamaluddin Malik yang meragukan keberhasilan pemerintahan saat ini untuk mencapai program 100 persen jalan mantap pada akhir pemerintahan, Bupati meminta kepada Kepala Bappeda, Kadis PUPR dan instansi terkait agar segera menyampaikan road map (pentahapan) pencapaian program peningkatan jalan. Prinsipnya, jika jalan yang berada pada kawasan lindung itu merupakan jalan strategis maka segera diurus izin pemanfaataanya. Kalau jalan tersebut masuk dalam kategori jalan tertutup sepanjang tahun, maka segera dilakukan revisi Surat Keputusan Bupati tentang Ruas Jalan Kabupaten.

Upacara paripurna tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi ke 70 dan penyerahan piagam penghargaan bagi anggota Polres Sumbawa yang berdedikasi, loyal, dan berkinerja baik dalam mengungkap kasus narkoba di Kabupaten Sumbawa, serta pemberian hadiah bagi juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2017. (JEN/SR)

BACA JUGA :  Bupati Sumbawa: Tidak Ada Disharmonisasi Kepemimpinan Saat ini

iklan bapenda