Pemda Sumbawa Kejar Target 100% Jalan Mantap 2021

oleh -21 views
Jalan Tepal, Batu Lanteh
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (15/07/2017)

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa terus melakukan upaya percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah terisolir. Hal itu merupakan agenda prioritas pemerintah daerah khususnya dalam rangka peningkatan konektifitas antar wilayah melalui program pemeliharan, rehabilitasi dan peningkatan jalan kabupaten. Demikian dikatakan Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda, Drs. H. Rasyidi pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa dengan agenda Jawaban Bupati Sumbawa terhadap Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sumbawa atas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016 dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumbawa, Jumat (14/7) sore kemarin.

amdal

Disebutkan Sekda, sejak tahun 2016 ruas-ruas jalan di wilayah terisolir seperti Lantung–Ropang, Batu Dulang–Tepal, Tepal–Batu Rotok, Kwangko—Mata–Tolo’oi telah dilakukan rehabilitasi dan peningkatan secara bertahap dalam rangka mengejar target 100 % jalan mantap pada Tahun 2021. Terhadap ruas-ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi seperti Pal IV–Lenangguar, Lenangguar–Lunyuk, dan Sumbawa Besar—Semongkat–Batu Dulang, pemerintah daerah terus secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam upaya terus mendorong peningkatan kemantapan ruas-ruas jalan tersebut.

Jalan Sempe–Kuang Amo Kecamatan Moyo Hulu

Pemda juga menerima masukan usulan dari sejumlah Fraksi di DPRD Sumbawa terkait penggunaan material konstruksi jalan. Pemerintah daerah akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga kemantapan jalan diukur dengan kemantapan transportasi yang ditandai dengan keamanan, kenyamanan dan kelancaran yang dirasakan oleh pengguna jalan.

Baca Juga  Serapan Anggaran Rendah, PAN Sumbawa Desak Gelar Mutasi

Untuk status jalan hutan lindung pada ruas jalan dalam kawasan Pulau Moyo sepanjang 59 kilometer, Marente-Mate Mega Kecamatan Alas, Pidang–Mata Kecamatan Tarano dan lain-lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumbawa sudah melakukan identifikasi terhadap data ruas jalan tersebut serta kemungkinan dimasukan dalam data K1 (jalan kabupaten). Sedangkan untuk status hutan lindungnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk perubahan statusnya.

Kemudian terkait rekonstruksi infrastruktur yang rusak pasca bencana seperti Jembatan Penghubung Desa Sela dan Desa Batu Tering, dan Jembatan Desa Sabeok yang putus akan dianggarkan dalam Tahun 2018. Sedangkan infrastruktur perkuatan tebing yang rusak akibat bencana banjir, pemerintah daerah telah melakukan inventarisasi dan menyampaikan proposal beserta bukti pendukung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (JEN/SR)

iklan bapenda