SD Kekurangan, SMP Kelebihan Guru Bidang Studi

oleh -14 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (15/07/2017)

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menyelesaikan pemetaan guru dan tenaga administrasi sekolah. Hasilnya, untuk tingkat SD terjadi kekurangan guru dan tenaga administrasi, sedangkan SMP sebaliknya terjadi kelebihan guru bidang studi. Berdasarkan data pemetaan Dikpora KSB, SD kekurangan 238 orang tenaga guru terdiri dari 163 guru kelas, 18 Guru Agama Islam, 43 Guru Pendidikan Jasmani (Penjas), 12 guru muatan lokal (Mulok) dan 2 guru agama hindu orang. Sementara untuk tenaga administrasi masih mengalami kekurangan 434 personil. “Jadi dari hasil pemetaan kita di tingkat SD ternyata masih banyak sekali kekurangan baik guru maupun tenaga administrasi,” terang Kepala Bidang Penataan Kepegawaian Dinas Dikpora KSB, Aku Nur Rahmadin, S.Pd kepada wartawan, Kamis (13/7).

amdal

Rahmadin mengakui jika SMP mengalami kelebihan di antaranya 6 orang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), 6 guru Agama Islam, 2 guru Bahasa Indonesia, 4 guru Matematika, 25 guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 3 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), 6 Bahasa Inggris dan 1 guru Penjas. Sedangkan yang mengalami kekurangan pada guru Seni Budaya Daerah (SBD) 12 orang, guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 14 orang, guru Mulok 16 orang dan guru Bimbingan Konseling (BK) 17 orang. “Tenaga administrasinya untuk tingkat SMP juga masih kekurangan 165 orang,” sebutnya.

Pemetaan tenaga kependidikan dan administrasi di tingkat SD dan SMP itu ungkap Rahmadin, dalam konteks kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Jadi ini berdasarkan kebutuhan aparatur ASN. Tidak kemudian masuk yang non ASN-nya,” timpalnya.

Baca Juga  Libatkan Anak Sumbawa, Film M3 Siap Tayang Perdana

Terhadap kelebihan guru bidang studi di tingkat SMP, Rahmadin mengaku pemerintah belum menyiapkan formulasi untuk pendistribusiannya. Mengingat distribusi guru-guru tersebut baru bisa dilakukan jika memang ada sekolah yang kekurangan guru bidang studi terkait. “Kita sementara masih tempatkan di sekolah masing-masing. Nah kalau guru agama ada kemungkinan bisa kita alihkan ke SD untuk menutupi kekurangan,” imbuhnya.

Untuk tingkat SD sendiri, Dinas Dikbudpora saat ini tengah menyiapkan pendataannya. pihaknya sedang mengolah data seluruh guru untuk kepentingan pemerataan di setiap sekolah. “Kita kan mau ada mutasi guru SD. Nah sekarang sedang kita susun berdasarkan kebutuhannya,” pungkas Rahmadin. (HEN/SR)

iklan bapenda