Prihatin Stok Darah Menipis, Kejaksaan Gelar Donor Darah

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (13/07/2017)

Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Sumbawa kian menipis. Sementara kebutuhan darah untuk masyarakat terutama pasien di rumah sakit terus meningkat. Prihatin dengan kondisi tersebut, Kejaksaan Negeri Sumbawa menggelar kegiatan donor darah massal, Kamis (13/7) pagi tadi. Kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan sebagai rangkaian dari Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-57 ini tidak hanya melibatkan jajaran kejaksaan namun juga Lapas, Imigrasi, Pengadilan Negeri, Inspektorat dan wartawan. Animo untuk mendonorkan darahnya terbilang cukup tinggi. Dari 50-an orang yang berminat yang memenuhi syarat hanya 26 orang.

amdal

Kajari Sumbawa, Paryono SH MH didampingi Kasi Intel, Erwin  Indrapraja SH MH dan Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD SH mengatakan, kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas minimnya stok darah sehingga PMI membutuhkan banyak darah untuk masyarakat. “Secara pribadi, kami sering dihubungi pihak PMI untuk mendonorkan darah, sehingga kami tahu stok darah di sana menipis,” kata Kajari.

Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi kondisi ini, melalui donor darah. Selain membantu masyarakat, donor darah ini sangat penting bagi kesehatan pendonornya. Dengan rutin mendonorkan darahnya badan menjadi sehat karena sirkulasi lancar, dan pendonor dapat mengetahui penyakit yang ada di tubuhnya sehingga dapat dilakukan pencegahan dini. “Kami harap dengan upaya kecil ini dapat membantu ketersediaan stok darah,” ujar Kajari.

Baca Juga  Alasan Jenguk Keluarga, Seorang Pelajar Disetubuhi di Hutan Jati

Ditambahkan Kasi Intel Erwin  Indrapraja, selain donor darah ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan kejaksaan dalam rangka memeriahkan HBA. Mulai pekan olahraga kejaksaan, lomba marching band, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, anjangsana, hingga kegiatan puncak 22 Juli, digelar Upacara Peringatan HBA dan syukuran. (JEN/SR)

iklan bapenda