HMI Nilai PT AMNT Tidak Serius Membangun Masyarakat KSB

oleh -4 views
Yadi Saputra, Ketua Badko HMI Bali Nusra
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (13/07/2017)

Ketua Bidang Badko HMI Bali-Nusra, Yadi Saputra mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat khusus di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sejak PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dinasionalisasi dan berganti nanti menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Harapan masyarakat dan pemerintah agar PT AMNT lebih baik dari PTNNT sepertinya meleset. Di awal keberadaan PT AMNT, sudah banyak menimbulkan persoalan. Menurut Yadi kepada SAMAWAREA, Kamis (13/7), PT AMNT tidak benar-benar serius dan komitmen untuk ikut serta membangun masyarakat daerah lingkar tambang. Hal itu ditunjukan dengan banyaknya keinginan perusahaan yang terindikasi mengarah kepada pengurangan karyawan dengan alibi yang tidak rasional. Selain itu perusahaan juga dinilai tidak serius merealisasikan rencananya untuk membangun smelter di wilayah KSB. Pasalnya hingga kini masih mangkir dari proses pengerjaan. “Bukannya membaik malah menggantungkan harapan masyarakat sekitar,” tukasnya.

amdal

Karena itu Ia mendesak Pemerintah NTB mengambil sikap dalam polemik ini. Gubernur dan pimpinan daerah lainnya diminta serius memberikan perhatiannya sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat yang besar dari keberadaan tambang. “Jika kami melihat kondisi saat ini, masyarakat akan mengalami kerugian dan kehancuran berjamaah,” tukasnya.

Seperti diberitakan, seratusan karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sempat melakukan aksi mogok 19 Juni lalu. Aksi yang dilakukan di Shelter Terminal Benete Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan protes terhadap perusahaan. Sebab, perusahaan tersebut dinilai mengkhianati komitmen awal kepada karyawannya. Komitmen itu adalah tetap menggunakan sistem manajemen yang diterapkan PTNNT. Namun belakangan perusahaan tersebut justru menerapkan manajemen yang dianggap mencekik hak-hak para karyawannya dengan dalih efisiensi. Antara lain, melakukan program pensiun dini terhadap sejumlah karyawan, menghilangkan bonus yang biasa diberikan pada setiap produksi dan lain-lain. Setiap departemen ditekankan agar melakukan efisiensi biaya minimal 50 persen.

Baca Juga  8 CJH Mengundurkan Diri, 14 Daftar Baru

Sementara terkait pembangunan Smelter, PTAMNT sudah melakukan peletakan pertama pembangunannya di Bukit Benete, KSB. Peletakan sekaligus peresmian ini langsung dilakukan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di lahan seluas 50 hektar sesuai dengan standar minimal yang dibutuhkan. Diprediksikan keberadaan smelter itu mampu menyerap sekitar 5000 tenaga kerja local. Artinya dapat menjadi solusi dalam mengatasi pengangguran di KSB. Namun hingga kini smelter itu belum dikerjakan. Masyarakat pun menunggu dalam ketidakpastian. (JEN/SR)

 

iklan bapenda