Hentikan Berasumsi, JM Desak Polisi Percepat Penyelidikan

oleh -0 views
Mantan Bupati Sumbawa Drs. H. Jamaluddin Malik
bankntb

Musibah Kebakaran Wisma Praja Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (12/07/2017)

amdal

Beragam asumsi yang berkembang terkait dengan penyebab kebakaran Wisma Praja atau Istana Bala Puti. Mulai dari dugaan konsleting listrik akibat padam nyala listrik sebelum kebakaran, kesalahan pemasangan AC dan instalasi yang sudah usang, hingga dikait-kaitkan dengan kisah mistis dari gedung tempat tinggal Sultan Muhammad Kaharuddin III yang dibangun pada Tahun 1932 ini. Asumsi tersebut memantik pernyataan menyesatkan yang cenderung menyudutkan pihak-pihak lain, bahkan ada yang saling menyalahkan. Karena itu perlu ada pelurusan agar persoalan ini tidak terus berpolemik.

Bupati Sumbawa dua periode (2005—2015), Drs. H. Jamaluddin Malik, Rabu (12/7) meminta semua pihak untuk tidak berasumsi. Agar obyektif, Ia mendukung langkah pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran tersebut. “Memang ini semua kehendak Allah SWT, namun sangat penting bagi kita untuk mengetahui penyebab dari kebakaran ini,” kata JM—sapaan akrab tokoh yang juga Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumbawa ini.

Siapapun bukan hanya orang Sumbawa tapi juga orang lain merasa sedih dan prihatin dengan adanya musibah ini. Sebab Wisma Praja Sumbawa itu sudah menjadi aset nasional yang memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Baginya ungkap JM, 10 tahun tinggal dan merawat Wisma Praja bukan waktu yang singkat. Ia merasa menyatu dengan bangunan tersebut. Wisma Praja bukan hanya sekedar bangunan bersejarah tapi lambang eksistensi dan motivasi orang Sumbawa sejak dahulu. “Bayangkan saat saya tinggal di Wisma itu gempa yang cukup besar tidak terasa. Saat saya keluar dari gedung itu, saya heran melihat orang banyak berdiri di jalan. Ternyata sebelumnya ada gempa yang tidak saya rasakan ketika berada di dalamnya,” aku JM.

Baca Juga  JIWA: Jangan Ada Dendam Politik

Lebih jauh dikatakannya, Wisma Praja merupakan milik Sultan Sumbawa yang diberikan kepada Pemda. Tentunya amanat tersebut harus dijaga. Karenanya JM mendesak agar Pemda segera mengambil langkah-langkah menginventarisir kerugian dan mencari cara bagaimana merenovasi kembali Wisma Praja dengan melibatkan semua unsur termasuk ahli bekerjasama dengan Dirjen Purbakala Kemendikbud RI. (JEN/SR)

iklan bapenda