Selamat Datang Siswa Baru di Sekolah Aman dan Menyenangkan

oleh -18 views
Kepala SIT SC, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si
bankntb

SDIT dan SMPIT Samawa Cendekia

SUMBAWA BESAR, SR (10/07/2017)

amdal

Seratusan siswa baru di Sekolah Islam Terpadu Samawa Cendekia (SIT SC) tampak semangat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Kegiatan yang dibuka secara resmi Kadis Dikbud Sumbawa Senin (10/7) tadi pagi ini, akan berlangsung selama tiga hari atau hingga Rabu (12/7) mendatang. MOS tersebut diikuti sekitar 150 siswa terdiri dari 110 siswa SDIT dan 40 siswa SMPIT. Para siswa baru ini disambut antusias oleh para ustadz dan ustadzah selaku tenaga pendidik mulai dari gerbang sekolah hingga aula—tempat pembukaan MOS.

Dalam sambutannya, Kepala SDIT dan SMPIT Samawa Cendekia, Sambirang Ahmadi S.Ag., M.Si mengatakan bahwa Sekolah Islam Terpadu Samawa Cendekia ini telah berkembang dengan baik berkat dukungan banyak pihak terutama dari pemerintah, yayasan dan wali murid.  Dukungan ini tidak mungkin datang dengan sendirinya tanpa kepercayaan. “Jadi kita berkembang karena kepercayaan publik. Kepercayaan inilah yang terus kami jaga dengan menciptakan ekosistem pembelajaran yang menyenangkan dan kondusif bagi proses tumbuh kembang siswa,” katanya.

Siswa baru SDIT dan SMPIT SC

Selain itu guru yang menjadi tenaga pendidik di SIT SC terus distandarisasi mutu dan kompetensinya baik secara pedagogik, kepribadian, profesional, sosial dan kompetensi Qur’annya. “Alhamdulillah sejak dimulai pembelajaran pada tahun ajaran 2013/2014 animo masyarakat mendaftarkan putra-putrinya di sekolah ini relatif besar,” ungkapnya.

Pada tahun pertama, siswa SDIT hanya menyediakan 3 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah 75 orang. Hingga memasuki tahun kelima ini jumlah siswa SDIT terus bertambah mencapai 470 orang dengan 16 rombel. Bahkan keberadaan SDIT mampu mendorong lahirnya SMPIT dan PAUD/TKIT SC. “Untuk angkatan pertama SMPIT hanya menerima 40 orang siswa dan murid PAUD/TKIT telah mencapai 100 orang. Sehingga total komunitas belajar di Samawa Cendekia saat ini sekitar 600-an orang,” sebutnya.

Baca Juga  Poltekpar Lombok Resmi Dibangun, TGB: Harus Cerminkan Nilai-Nilai Khas NTB

Lebih jauh dijelaskan Sambirang, sekolah yang dipimpinnya menganut prinsip pembelajaran integratif atau terpadu dengan nilai-nilai Islam sebagai jiwa dan semangatnya. Itu sebabnya dinamakan sekolah Islam terpadu. Kurikulumnya 100% nasional ditambah kurikulum khas ke-Islaman yang mendukung pembentukan karakter. Selain pembiasaan ibadah dan literasi Qur’an untuk semua kelas, mulai tahun ini siswa-siswa kelas 5, 6 dan 7 akan dibiasakan Berbahasa Inggris setiap hari. Sekolah ini juga akan dikelola dengan konsep eduwisata, dimana siswa dan wali murid akan diberi ruang olahraga dan relaksasi khusus Hari Sabtu-Ahad di kompleks sekolah dengan menunggang kuda, kerbau, jogging dan memanah. “Mimpi kami sederhana saja yaitu menjadikan sekolah dasarnya sebagai “the second home for our children” (rumah kedua bagi anak-anak kita) dan SMP-nya sebagai “the home for character building and achievements” (rumah untuk membangun karakter dan meningkatkan prestasi),” terangnya.

Singkatnya, sekolah ini harus menjadi rumah pembelajaran yang menyenangkan bagi semua komunitasnya, terutama siswa dan orang tua. Disinggung mengenai label “Samawa” yang tercantum pada nama sekolah itu, mantan Ketua Komisi IV DPRd Sumbawa ini menyatakan selain sebagai nama daerah, juga gambaran dari lingkungan pembelajaran yang ingin diwujudkannya, yaitu lingkungan belajar yang SAMAWA (Sehat, Agamis, Maju, Asri,  ber-Wawasan, dan Aman). Komitmennya juga sederhana yaitu bagaimana bisa mnjadi yang terdepan dalam berkonstribusi untuk Sumbawa hebat dan bermartabat.

Baca Juga  Penggunaan Gen Pemrogram Racun Ekor Kalajengking Kurangi Hama & Tingkatkan Produktivitas Kol
Kabid SD Dikbud Sumbawa, Syahabuddin S.AP., M.AP

Sementara Kadis Dikbud Sumbawa melalui Kabid SD, Syahabuddin S.AP., M.AP saat membuka MOS berharap kegiatan ini menjadi momen awal untuk membentuk generasi yang memiliki karakter. Dari MOS ini para siswa dapat mengenal budaya sekolah termasuk lingkungan dan sarana prasarananya, budaya imtaq, pendidikan Qur’an dan Bahasa Inggris, serta pendidikan dasar karakter siswa. Ia mengaku kagum dengan perkembangan SDIT SC yang begitu pesat baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Karena itu Syahabuddin berharap pihak SDIT dapat mempertahankan mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat.

Untuk diketahui, SDIT sudah lama menerapkan full day school dengan system pembelajaran yang memadukan ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama. Selain pembinaan agama dan karakternya juga ditekankan muridnya bisa berbahasa Inggris. Pasalnya banyak event-event seperti Olimpiade Sains yang soalnya dominan Berbahasa Inggris. Ia ingin siswa SDIT dan SMPIT SC mampu mengharumkan nama daerah dengan mengukir prestasi tidak hanya di tingkat kabupaten, namun juga propinsi, nasional bahkan internasional. “Anak-anak adalah pemimpin masa depan. Kami minta sekolah dapat mempersiapkan mereka untuk jadi pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektualitas tapi juga kecerdasan spiritualitas,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda